Masihkah anda ingat tentang para pakar yang hadir dalam Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Part 1?
Mari mengingat sejenak, dalam part 1 ada kisah inspiratif dari Bapak Charles Bonar Sirait yang terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. Drama seorang Kakak Butet Manurung yang kesulitan naik pohon karena bertemu beruang, dan kisah seorang pahlawan pendidikan yang diingatkan lagi oleh Bapak Iwan Syahril.
Lalu bagaimana kesan anda pada narasumber yang tak kalah keren pada part 2 ini? Ayo kita mengulas kembali materi luar biasa yang telah mereka bagi pada kesempatan ini. Berikut adalah resume dari beberapa kuliah umum yang telah diselenggarakan;
16 September 2020
1. Kiat Menyusun Penulisan yang Menarik
Siapa yang tak kenal dengan Asma Nadia? Bisa jadi para pembaca tahu bahkan penikmat setia tulisan-tulisan tangannya, atau malah sering terbawa perasaan setelah menonton film-film mengharu biru besutan hasil karya novel larisnya.
Ya, dialah penulis novel Surga yang tak Dirindukan, Emak ingin Naik Haji, Rumah tanpa Jendela, dan masih banyak lagi judul-judul ngetop miliknya.
Dalam materi kuliah yang disampaikan oleh bunda Asma Nadia ini, beliau menyampaikan bahwa bakat menulis hanya dibutuhkan 5% saja, sedangkan 90% nya lagi adalah kerja keras, dan sisanya yang 5% kembali pada keberuntungan anda masing-masing.
Menurutnya menulis bukan sekadar ide bagus, dan biasanya berawal dari keresahan si penulis sendiri terhadap suatu topik. Kemudian, cara pandangnya pada buku adalah sebagai suatu kebutuhan, bukan hanya sebuah hiburan di waktu luang.
Menulis sendiri adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari. Alah bisa karena biasa. Untuk membentuk sebuah tulisan menarik pun ada kuncinya, yakni ide (baru dan dekat dengan pembaca), serta teknik penyajian (judul, konflik kuat, setting, penokohan menarik, bentuk cerita, dan ending yang berkesan)
Lebih jauh lagi, narasumber berkesempatan mengemukakan rahasia kenapa sebuah buku bisa menjadi Best Seller. Biasanya karya tersebut memiliki gagasan atau isi yang menarik, segmentasi jelas, menyasar pembaca perempuan, sosok buku yang unik, dibutuhkan, hadir dalam waktu yang tepat, kekuatan sosial media, promosi, dan pesan yang disampaikan pada pembaca.
17 September 2020
2. Tips Membangun Sosial Media yang Sukses
Kuliah umum kali ini, kita berbincang dengan pakar dan pengelola situs @Ndorokakung, Bapak Wicaksono.
Sebuah data survei tentang penggunaan internet di dunia membuat para audience tertegun. Jumlah yang fantastis ternyata menghiasi diagram dan persentase para penikmat jaringan internet. Ada sekitar 7 jam 59 menit waktu yang dihabiskan pengguna internet di Indonesia untuk berselancar di dunia maya. Mayoritas usia pengguna berada pada 18 – 34 tahun, dan platform yang paling banyak diakses adalah Youtube.
Di era saat ini, setiap orang memiliki peran untuk membuat konten di dunia maya, yang bisa dilihat oleh khalayak ramai. Bapak Wicaksono menjelaskan, ada dua elemen penting dalam suksesnya sebuah media sosial, yakni:
a. Strategi konten
Caranya adalah dengan memilih platform, optimasi bio, produksi (menulis, foto, video, dan infografis), penjadwalan posting, penyesuaian algoritma, dan pemanfaatan tanda pagar.
b. Pemasaran
Jika ingin media sosial kita mudah dikenal maka berikut hal-hal yang harus dilakukan; membangun personal branding, optimasi akun medsos, optimasi website/blog (SEO), iklan, email, dan kolaborasi.
Adapun 10 kiat sukses lainnya yang bisa diterapkan adalah tetapkan tujuan mempunyai akun, tetapkan target, miliki ciri khas pada diri sendiri, cari jejaring bukan pengikutnya, membuat jadwal editorial, fokus berbagi dan membantu orang lain, berinteraksi dengan khalayak, berkreasi dengan konten visual, buatlah kehadiran anda diketahui umum, dan terkahir adalah selalu aktif.
18 September 2020
3. Pemanfaatan Media Video Conference untuk Berbagi
Interaktif dan motivatif adalah dua kata yang bisa mewakili kuliah umum di penghujung jadwal ini. Bersama Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA, Mphil, MA., kita banyak mendapatkan trik bagaimana melaksanakan Video Conference (ViCon) yang tak membosankan dan tepat target.
Melalui ViCon suatu pertemuan bisa menjadi lebih cepat, mudah, murah, dan cocok dengan situasi pandemi saat ini. Di lain sisi, ViCon juga memiliki kekurangan, yakni waktu yang terbatas, tidak efektif untuk engagement, piranti dan kinerja pengguna berbeda, serta sulit untuk memperagakan sesuatu.
Dalam materi kali ini, beliau mengatakan bahwa walaupun meggunakan media ViCon, pemateri dituntut tidak hanya menyampaikan pesan tapi juga bisa melakukannya. Sebelum melakukan ViCon hendaknya kita menyesuaikan karakteristik dan tujuan, merancang strategi proses, melakukan setting, menetapkan host, dan melakukan gladi resik.
Selain itu, interaksi dengan audience juga navigasi sangat penting. Jangan lupa untuk menjalin interaksi dan umpan balik dengan para audience. Kemudian, ingat bahwa daya tahan dan jangka waktu melakukan ViCon jangan terlampau banyak, untuk menghindari hal-hal yang tidak efektif.
Setelah mengikuti dan membaca serangkaian resume kuliah umum PembaTIK ini, kita jadi lebih terarah dan termotivasi untuk bertransformasi menjadi sosok yang gemar berbagi dan berinovasi untuk membentuk sebuah generasi bangsa yang lebih melek dunia melalui teknologi dan informasi yang ada.
Disana gunung disini gunung, ditengah tengah pulau Jawa
Janganlah hanya termenung, marilah kita berbagi ilmu dengan tawa
Semangat berinovasi, Merdeka Belajar bersama Rumah Belajar.
Note: Part 1 ada di artikel sebelumnya.













