Let's Learn English

Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan Bersama Fun Dora

Bersama Fun Dora, Bahasa Inggris anda berada di dalam genggaman.

Olimpiade Guru Nasional

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) menjadi salah satu wadah para pendidik melebarkan sayap untuk merdeka belajar.

Generasi Digital (Industri 4.0)

Kini, pembelajaran berbasis TIK bukan sekadar pelengkap, tapi telah menjadi satu jiwa dengan proses belajar mengajar itu sendiri.

Pembelajaran Abad 21

Mari menciptakan atmosfer kelas yang berpusat pada peserta didik.

Rumah Belajar

Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Kamis, 24 September 2020

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Level 4: Berbagi (Part 2)



 

 

 

Masihkah anda ingat tentang para pakar yang hadir dalam Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Part 1?

Mari mengingat sejenak, dalam part 1 ada kisah inspiratif dari Bapak Charles Bonar Sirait yang terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. Drama seorang Kakak Butet Manurung yang kesulitan naik pohon karena bertemu beruang, dan kisah seorang pahlawan pendidikan yang diingatkan lagi oleh Bapak Iwan Syahril.

Lalu bagaimana kesan anda pada narasumber yang tak kalah keren pada part 2 ini? Ayo kita mengulas kembali materi luar biasa yang telah mereka bagi pada kesempatan ini. Berikut adalah resume dari beberapa kuliah umum yang telah diselenggarakan;

 

16 September 2020

1.  Kiat Menyusun Penulisan yang Menarik

Siapa yang tak kenal dengan Asma Nadia? Bisa jadi para pembaca tahu bahkan penikmat setia tulisan-tulisan tangannya, atau malah sering terbawa perasaan setelah menonton film-film mengharu biru besutan hasil karya novel larisnya.

Ya, dialah penulis novel Surga yang tak Dirindukan, Emak ingin Naik Haji, Rumah tanpa Jendela, dan masih banyak lagi judul-judul ngetop miliknya.

Dalam materi kuliah yang disampaikan oleh bunda Asma Nadia ini, beliau menyampaikan bahwa bakat menulis hanya dibutuhkan 5% saja, sedangkan 90% nya lagi adalah kerja keras, dan sisanya yang 5% kembali pada keberuntungan anda masing-masing.

Menurutnya menulis bukan sekadar ide bagus, dan biasanya berawal dari keresahan si penulis sendiri terhadap suatu topik. Kemudian, cara pandangnya pada buku adalah sebagai suatu kebutuhan, bukan hanya sebuah hiburan di waktu luang.

Menulis sendiri adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari. Alah bisa karena biasa. Untuk membentuk sebuah tulisan menarik pun ada kuncinya, yakni ide (baru dan dekat dengan pembaca), serta teknik penyajian (judul, konflik kuat, setting, penokohan menarik, bentuk cerita, dan ending yang berkesan)

Lebih jauh lagi, narasumber berkesempatan mengemukakan rahasia kenapa sebuah buku bisa menjadi Best Seller. Biasanya karya tersebut memiliki gagasan atau isi yang menarik, segmentasi jelas, menyasar pembaca perempuan, sosok buku yang unik, dibutuhkan, hadir dalam waktu yang tepat, kekuatan sosial media, promosi, dan pesan yang disampaikan pada pembaca.

 

17 September 2020

2.  Tips Membangun Sosial Media yang Sukses

Kuliah umum kali ini, kita berbincang dengan pakar dan pengelola situs @Ndorokakung, Bapak Wicaksono.

Sebuah data survei tentang penggunaan internet di dunia membuat para audience tertegun. Jumlah yang fantastis ternyata menghiasi diagram dan persentase para penikmat jaringan internet. Ada sekitar 7 jam 59 menit waktu yang dihabiskan pengguna internet di Indonesia untuk berselancar di dunia maya. Mayoritas usia pengguna berada pada 18 – 34 tahun, dan platform yang paling banyak diakses adalah Youtube.

Di era saat ini, setiap orang memiliki peran untuk membuat konten di dunia maya, yang bisa dilihat oleh khalayak ramai. Bapak Wicaksono menjelaskan, ada dua elemen penting dalam suksesnya sebuah media sosial, yakni:

a.    Strategi konten

Caranya adalah dengan memilih platform, optimasi bio, produksi (menulis, foto, video, dan infografis), penjadwalan posting, penyesuaian algoritma, dan pemanfaatan tanda pagar.

b.    Pemasaran

Jika ingin media sosial kita mudah dikenal maka berikut hal-hal yang harus dilakukan; membangun personal branding, optimasi akun medsos, optimasi website/blog (SEO), iklan, email, dan kolaborasi.

Adapun 10 kiat sukses lainnya yang bisa diterapkan adalah tetapkan tujuan mempunyai akun, tetapkan target, miliki ciri khas pada diri sendiri, cari jejaring bukan pengikutnya, membuat jadwal editorial, fokus berbagi dan membantu orang lain, berinteraksi dengan khalayak, berkreasi dengan konten visual, buatlah kehadiran anda diketahui umum, dan terkahir adalah selalu aktif.

 

18 September 2020

3.  Pemanfaatan Media Video Conference untuk Berbagi

Interaktif dan motivatif adalah dua kata yang bisa mewakili kuliah umum di penghujung jadwal ini. Bersama Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA, Mphil, MA., kita banyak mendapatkan trik bagaimana melaksanakan Video Conference (ViCon) yang tak membosankan dan tepat target.

Melalui ViCon suatu pertemuan bisa menjadi lebih cepat, mudah, murah, dan cocok dengan situasi pandemi saat ini. Di lain sisi, ViCon juga memiliki kekurangan, yakni waktu yang terbatas, tidak efektif untuk engagement, piranti dan kinerja pengguna berbeda, serta sulit untuk memperagakan sesuatu.

Dalam materi kali ini, beliau mengatakan bahwa walaupun meggunakan media ViCon, pemateri dituntut tidak hanya menyampaikan pesan tapi juga bisa melakukannya. Sebelum melakukan ViCon hendaknya kita menyesuaikan karakteristik dan tujuan, merancang strategi proses, melakukan setting, menetapkan host, dan melakukan gladi resik.

Selain itu, interaksi dengan audience juga navigasi sangat penting. Jangan lupa untuk menjalin interaksi dan umpan balik dengan para audience. Kemudian, ingat bahwa daya tahan dan jangka waktu melakukan ViCon jangan terlampau banyak, untuk menghindari hal-hal yang tidak efektif.

 

Setelah mengikuti dan membaca serangkaian resume kuliah umum PembaTIK ini, kita jadi lebih terarah dan termotivasi untuk bertransformasi menjadi sosok yang gemar berbagi dan berinovasi untuk membentuk sebuah generasi bangsa yang lebih melek dunia melalui teknologi dan informasi yang ada.

 

Disana gunung disini gunung, ditengah tengah pulau Jawa

Janganlah hanya termenung, marilah kita berbagi ilmu dengan tawa

 

Semangat berinovasi, Merdeka Belajar bersama Rumah Belajar.

 

Note: Part 1 ada di artikel sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi (Part 1)


 

 

“Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.”

Pernahkah anda mendengar slogan luar biasa ini?

Ya, slogan ini adalah milik portal Rumah Belajar yang digemakan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Lonjakan minat pengguna dan antuasiasme para pendidik serta peserta didik negeri, semakin menginspirasi pelakon dunia pendidikan untuk mengikuti event PembaTIK 2020. Beberapa level telah terselesaikan, hingga sampailah pada tahap akhir di level 4 ini.

Dalam level 4 ini, para Sahabat Rumah Belajar (SRB) 2020, dituntut untuk memasuki tahap berbagi inovasi demi mewujudkan merdeka belajar. Nantinya, para SRB ini akan mengikuti seleksi pemilihan Duta Rumah Belajar (DRB). Setiap provinsi akan memiliki satu DRB untuk mewakili daerahnya sebagai influencer dari Kemdikbud dalam pengenalan dan penerapan Rumah Belajar. Sebuah portal pendidikan GRATIS dari pemerintah, untuk solusi pembelajaran mandiri secara daring.

Duta Rumah Belajar sendiri merupakan perpanjangan tangan dari Pustekkom Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). Untuk memperkuat pemahaman peserta maka Kemdikbud menyelenggarakan kuliah umum yang bisa diikuti oleh peserta selain SRB 2020. Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, pada tanggal 14 September 2020, Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. secara resmi membuka acara kuliah umum level 4 melalui Zoom Meeting.

Berikut adalah resume dari beberapa kuliah umum yang telah diselenggarakan dari tanggal 15 - 18 September 2020;

 

15 September 2020

1.  Kiat Sukses Bagi Para Pendidik Untuk Berkomunikasi Dengan Publik

Dalam materi kuliah yang disampaikan oleh Charles Bonar Sirait, SE., MM. ini, beliau menyampaikan bahwa tuntutan kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dengan publik adalah salah satu faktor penting yang harus dimiliki. Dalam komunikasi sendiri, terdapat tiga siklus dasar penyampaian pesan, yakni:

                pengirim pesan --- pesan --- penerima pesan

Selain itu, ada empat poin yang harus dipelajari, di antaranya:

(a) Memahami pola komunikasi sederhana

"Memimpin pada dasarnya adalah perkara mempengaruhi dan meyakinkan orang lain." Kate Ludeman, Ph.D.

Sebagai pendidik, kita harus mempunyai akun media sosial sendiri, dalam akun-akun tersebut, karakter dan appereance kita harus dijaga. Karena sebagai pusat perhatian publik, kita harus mampu menarik perhatian dan membuat publik 'terjaga'. Sebab pada umumnya, komunikasi akan mudah sampai jika penyampai pesan adalah orang populer, penting, atau berpengaruh.

(b) Impactful Communication

"Having the power to effect the feelings or sympathies" 

Dalam hal ini, pesan tidak hanya sampai, tapi juga mampu mempengaruhi alam bawah sadar. Pesan akan membekas jika mampu affecting, giving emotional, moving, impressing, dan touching. 

(c) Persuasive Communication

Dalam hal ini, seorang public speaker bisa menggunakan gambar dan materi bantu untuk memperkuat komunnikasinya pada audience.

(d) Personal Branding

Personal branding adalah hal sintesis, gabungan dari ekspektasi, citra diri, serta persepsi yang timbul dalam pemikiran orang lain. Kita harus mampu menunjukan otensitas, dan keunikan sendiri agar memiliki ruang di ingatan orang lain. Dukungan internal dan eksternal juga sangat mendukung untuk menjual 'kelebihan diri kita'.

 

2.  Motivasi Guru Dalam Mendidik: Belajar dalam Mengajar

Pada sesi kuliah umum kali ini, Butet Manurung sebagai narasumber pakar, aktivis pendidikan, dan pendiri sekolah rimba berkesempatan memberikan ilmu inspiratif dan motivatif.

Beliau menyampaikan bahwa sistem pendidikan di rimba sudah kontekstual sesuai dengan kebutuhan hidup di rimba. “Context shape content, not the other way around”

Penggunaan metode sokola adalah sesuatu yang paling pas untuk anak-anak rimba agar melek huruf, dan tidak dibodohi lagi oleh orang asing yang hendak mengambil hak tanah mereka tanpa tahu isi surat yang di cap jempol.

Dalam model pendidikan sokola, ada tiga tahap yang harus dilalui yakni literasi dasar dan terapan, pengetahuan dunia luar dan penguatan identitas, serta pengorganisasian dan advokasi.

Belajar dari sekolah rimba, literasi seharusnya tidak hanya membuat melek baca tapi juga melek masalah, agar anak-anak rimba mampu melindungi adat istiadat dan tempat tinggalnya.

“Sekolah harus memberi manfaat untuk kehidupan, untuk saat ini, bukan di masa depan. Karena jika kita memelihara hari ini, kita memelihara masa depan” Orang Rimba

Hal penting yang perlu diingat bahwa prinsip guru adalah HUMILITY (human, humus, humble) EDUCATION (e dan ducares = membebaskan). Guru punya tanggung jawab sosial selain mengajar. Mengajar itu sarana pendidikan, bukan tujuan.

 

3.  Kebijakan Pendidikan Terkait Guru dan Tenaga Kependidikan

Bersama Dr. Iwan Syahril, Ph.D. kita banyak belajar tentang hakikat pendidikan, serta pendalaman filosofi yang dimiliki bangsa Indonesia. Fisolosi itu digaungkan oleh Ki Hajar Dewantara.

1.     Ing ngarsa sung tulada

2.    Ing madya mangun karsa

3.    Tut wuri handayani

Guru dalam prespektif merdeka:

a.    Belajar adalah memandang anak dengan rasa hormat.

Dalam pandangan ekologis, kita harus memperhatikan aspek nature dan nurture. Guru hanya bisa menuntun untuk jadi lebih baik, tidak merubah kodrat dan bakat dari anak itu sendiri. Umpama, guru adalah seorang petani, dan siswa adalah bibitnya. Maka, guru tak bisa memilih bibitnya, tugasnya hanya menumbuhkan bibi-bibit itu menjadi tumbuhan yang sehat dan baik.

Menurut Convergentic-theorie.  Anak lahir diibaratkan sehelai kertas yang sudah ditulisi penuh tapi semua tulisan itu suram. Pendidikan berkewajiban dan berkuasa menebalkan segala tulisan yang suram dan berisi baik agar kelak nampak sebagai budi pekerti yang baik. Segala tulisan yang mengandung arti jahat hendaknya dibiarkan agar jangan menjadi tebal, bahkan jika bisa dibikin lebih suram. Pada dasarnya, pendidkan adalah ‘tuntunan’.

b.    Mendidik secara holistik.

Dalam pendidikan secara holistik, harus tercipta budi pekerti yang selaras. Ada olah rasa, olah cipta, olah raga, dan olah karsa. Pendidikan yang holistik akan menciptakan masyarakat yang bijaksana.

c.    Mendidik secara relevan / kontekstual

Dalam kerangka utama filososfi KHD, ada yang disebut dengan kodrat keadaan. Pada kodrat tersebut, dibagi lagi menjadi kodrat alam (sifat, bentuk), dan kodrat zaman (isi, irama).

Kodrat zaman kita, adalah situasi dimana teknologi menjadi sahabat manusia sehari-hari. Kebudayaan saat ini didominasi mesin.

Sebagai seorang pendidik, kita bisa menggunakan analogi Whatsapp. Yakni pentingnya centang dua berwarna biru dalam mentransfer ilmu pada peserta didik. Hal itu ditandai dengan kualitas belajar murid yang meningkat.

Hal penting lain yang harus kita ingat adalah pondasi profil pendidikan pancasila, yakni berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, gotong royong, dan kreatif.

 

Note: Part 2 ada di artikel selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 21 September 2020

Who Am I?




Assalamu'alaikum, wr. wb.
Terima kasih telah berkunjung ke Fun Dora Blog
 
Perkenalkan nama author adalah INTAN WIDORA. Nama yang dihadiahkan oleh Ibu Tuti Ariyani dan Bapak Sinton sebagai orang tua kandung author. Para pembaca yang manis, author biasa dipanggil Intan atau Dora. Intan adalah nama sehari-hari, dan Dora adalah nama udara author saat menjadi penyiar di salah satu radio swasta. Kini nama Dora kembali digaungkan di kanal Youtube, DORA CHANNEL. Channel yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, khususnya Bahasa Inggris.

Author dilahirkan di tanah Andalas, tepatnya kab. Pringsewu pada tanggal 30 Juni 1992. Dalam darah mengalir suku Enim dan Jawa. Blasteran yang tak nampak 'kebule-bulean'.

Author pernah mengenyam pendidikan di:
1. TK Pertiwi
2. SD N 7 Gadingrejo
3. SMP N 1 Gadingrejo
4. SMA N 1 Gadingrejo
5. Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung.
6. Universitas Sriwijaya

Dalam dunia pendidikan, author lebih tertarik pada ranah sastra dan seni. Beberapa cabang lomba sastra dan seni pernah diikuti sejak SD hingga bernaung di Perguruan Tinggi.

Jika boleh jujur, dunia Bahasa Inggris bukan minat awal author. Bahkan cenderung tak begitu tertarik dengan Bahasa Inggris. Tapi inilah mungkin yang dinamakan "cinta yang tepat kadang ditakdirkan untuk tidak bertemu dengan cepat".

Bukan hanya nekat tapi juga tak berbakat. Author benar-benar belajar ilmu Bahasa Inggris dari dasar. Cukupkah satu tahun membuat kita bisa menguasai Bahasa Inggris dengan baik? Ya, bisa, author telah membuktikannya. Author menemukan jodoh dan jalan takdir dalam dunia Bahasa Inggris hanya dalam waktu satu semester awal di bangku kampus. Dan akhirnya, author benar-benar jatuh cinta dan tak mampu berpaling dari ilmu sastra yang satu ini. Benar kata pepatah, 'witing trisno jalaran soko kulino'. Author juga dipertemukan dengan jodoh pilihan Allah SWT di tempat yang sama saat author jatuh cinta pada Bahasa Inggris. Dua cinta sekaligus diregup. 
 
Author juga pernah menjadi guru privat 'door to door', membuka kelas bimbingan belajar secara mandiri di rumah, dan mengajar di beberapa tempat kursus swasta. Semua pekerjaan itu dijalani ketika author berstatus sebagai mahasiswi. Berdagang dan menjadi Tour Guide pun pernah dilakoni.
 
Di penghujung pendidikan S1, author sempat mengabdi di salah satu SMK swasta di Lampung. Namun, setelah 5 bulan resmi mendapat gelar S.Pd., author mengundurkan diri dari tempat bekerja karena Allah Yang Maha Pemurah, telah memberi kemudahan untuk menjalani karir yang lebih baik. Tepat tahun 2015, author menjadi ASN di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Melalui seleksi CAT, author dipercaya untuk mengabdi di salah satu ujung kecamatan Kisam Tinggi. Yakni SMP N 01 Kisam Tinggi, author menjalani pengabdian hampir enam tahun lamanya. Sekolah asri yang dikelilingi perbukitan, dan medan yang cukup menguras tenaga menjadi kawan setia selama menjadi pendidik Bahasa Inggris di sana. 

Menjadi salah satu guru di tempat yang jauh dari jangkauan kota, memberikan suatu tantangan tersendiri bagi author untuk terus memberikan pendidikan yang terbaik pada para peserta didik.

Dari kisah singkat namun tak pendek ini, author harap banyak hal yang bisa menginspirasi para pembaca setia Fun Dora Blog. Percayalah terkadang hidup itu tak melulu seperti apa yang kita mau. Teruslah berikhtiar dengan upaya terbaik, tapi jangan memaksa kehendak. Biarlah tangan Allah yang bekerja, kita hanya harus mengamini skenarionya.
 
Semangat berbagi dan terus berjuang.


                                                                                                                                                Love
                                                                                                                                           Intan Widora