Selain itu, melalui filosofi Ki Hajar Dewantara pendidikan harus humanis dengan sistem kerakyatan dan kebangsaan seperti Among; Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Berdasarkan pemikiran tersebut, kita sebagai pendidik harus menghindari sistem pendidikan deskriminasi dalam pembelajaran. Menjadikan peserta didik sebagai manusia secara utuh jasmani dan rohani, adalah sebuah hal yang perlu kita renungi dan praktikan. Karena manusia yang merdeka adalah yang dapat memerintah dan menguasai dirinya dengan kodrat.
Pendidik adalah seorang penuntun agar tumbuh kembang anak bisa sesuai kodratnya. Pendidik tidak menentukan dasar hidup dan tumbuhnya peserta didik tersebut.
Saya pribadi menyadari terkadang masih melakukan praktik yang tak sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Seperti beberapa kali tidak menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di dalam kelas, serta memberikan hukuman bukan konsekuensi logis.
Sebagai seorang pendidik, saya berkeinginan untuk menjadi sosok yang selalu dirindukan kehadirannya di dalam kelas, mampu menjadi fasilitator peserta didik dalam mengembangkan minat dan kebutuhan belajar mereka. Saya berharap bisa melihat peserta didik saya belajar dengan bahagia dan selamat.
- Memberi pembelajaran yang berpihak pada murid
- Memberi ruang anak untuk mengembangkan bakat dalam ekstrakurikuler
- Memberi akses anak dalam dunia seni agar terdokumentasi dalam sebuah buku
- Membuat kesepakatan kelas
- Menerapkan konsekuensi logis
- Menerapkan pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi











