Let's Learn English

Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan Bersama Fun Dora

Bersama Fun Dora, Bahasa Inggris anda berada di dalam genggaman.

Olimpiade Guru Nasional

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) menjadi salah satu wadah para pendidik melebarkan sayap untuk merdeka belajar.

Generasi Digital (Industri 4.0)

Kini, pembelajaran berbasis TIK bukan sekadar pelengkap, tapi telah menjadi satu jiwa dengan proses belajar mengajar itu sendiri.

Pembelajaran Abad 21

Mari menciptakan atmosfer kelas yang berpusat pada peserta didik.

Rumah Belajar

Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Sabtu, 21 Januari 2023






INTAN WIDORA


CGP. ANGKATAN 7

UPT SMPN 1 SUKOHARJO

KABUPATEN PRINGSEWU - LAMPUNG



📌LATAR BELAKANG


Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidikan adalah wadah dimana anak dituntun sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman mereka. Melalui pendidikan, anak diharapkan bisa berkembang dengan wawasan global yang baik tanpa harus kehilangan jati diri budaya daerahnya.

Sebagai bentuk dukungan dari pemikiran Kihajar Dewantara, sekolah menjadi komunitas lingkungan masyarakat yang akrab dengan anak untuk menerapkan budaya positif. Seperti yang kita alami selama ini, budaya baik atau positif yang diterapkan di sekolah masih berdasarkan motivasi eksternal untuk melakukannya. Pemahaman bahwa anak disiplin akan peraturan adalah tujuan baik dalam pendidikan, pemberlakuan posisi kontrol yang tidak pada porsinya, serta kurangnya implementasi segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah masih menjadi tugas kita bersama untuk mengarahkannya pada hal yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal.

Guru dan seluruh stakeholder memiliki peran penting dalam terbudayakannya hal-hal positif di dalam sekolah. Dengan harapan tumbuhnya disiplin positif pada diri anak karena motivasi internal yang terbangun atas teladan, pendekatan, dan contoh yang diberikan oleh pamong mereka.

Oleh karena itu, kegiatan aksi nyata ini bukan semata alasan utama saya untuk melakukan diseminasi ini, namun lebih prinsipal untuk berbagi hal baik dalam penerapan budaya positif seperti disiplin positif dan nilai kebajikan universal, motivasi, hukuman, penghargaan, restitusi (Posisi Kontrol dan Segitiga Restitusi), keyakinan kelas, dan 5 kebutuhan dasar manusia.


Jadi kegiatan ini sangat diyakini akan bersinergi dalam Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, dan Kreatif sesuai dengan visi UPT SMPN 1 Sukoharjo yakni "Maju Prestasi berdasarkan Iman dan Taqwa, Berbudaya Lingkungan, dan Berwawasan Global". 


📌TUJUAN

Melalui diseminasi pemahaman budaya positif yang dilakukan pada rekan guru dan stakeholder di UPT SMPN 1 Sukoharjo, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai diantaranya:

1.    Mengejawantahkan perubahan paradigma Budaya Positif di lingkungan sekolah.

2.    Mewujudkan visi sekolah sesuai cita-cita bersama. 

3.    Menumbuhkan Budaya Positif disekolah dengan meyakini nilai-nilai Kebajikan Universal dengan pendidikan yang berpihak pada murid.


📌TOLOK UKUR

Kegiatan diseminasi ini bisa diukur kemajuan atau keberhasilannya melalui:

  • Terbudayakannya nilai-nilai positif dalam lingkungan sekolah
  • Terbentuknya keyakinan kelas di setiap rom-bel yang dibentuk dan disepakati oleh siswa dan guru / wali kelas.
  • Terpasangnya sebuah keyakinan kelas di ruang kelas masing-masing dengan menerapkan segitiga restitusi saat diperlukan.
  • Terwujudnya karakter budi pekerti baik dalam diri siswa.
  • Terwujudnya kerja sama yang baik antar rekan guru dalam melaksanakan visi misi sekolah.


📌LINIMASA TINDAKAN

Tindakan yang dilakukan dalam diseminasi ini antara lain:

  • Audiensi dengan Kepala Sekolah untuk menjelaskan pentingnya Budaya Positif dan Keyakinan Kelas disekolah, serta meminta dukungan untuk melakukan diseminasi Budaya Positif di Sekolah.
  • Mengundang  Kepala Sekolah, wakil Kepala Sekolah, perwakilan guru dari setiap mata pelajaran, serta seluruh guru Bimbingan Konseling untuk mendapatkan diseminasi pemahaman materi Budaya Positif. Kegiatan ini dilakukan pada Hari Rabu, 18 Januari 2023 di Lab. Komputer UPT SMP 1 Sukoharjo, Pringsewu, Lampung.
  • Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk membuat Keyakinan Kelas, dikelas masing-masing.
  • Bersama membuat aktivitas budaya positif yang sudah dan belum dilakukan dalam lembaran sticky notes yang dibagikan, kemudian merefleksi dan mengevaluasi Keyakinan Kelas yang telah dibuat.


📌DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Dalam diseminasi modul 1.4 yang dilaksanakan di UPT SMPN 1 Sukoharjo, dibutuhkan dukungan dari:

  • Kepala sekolah dalam memberikan dukungan terlaksananya aksi nyata
  • Orang tua untuk membantu mendukung program kegiatan budaya positif
  • Rekan sejawat
  • Seluruh siswa


📌DESKRIPSI AKSI NYATA

Pada hari Senin, 9 Januari 2023, saya melakukan koordinasi dan audiensi dengan Kepala Sekolah untuk meminta dukungan dalam rencana diseminasi Budaya Positif, serta menjelaskan pentingnya Budaya Positif dan Keyakinan Kelas disekolah untuk mewujudkan visi sekolah. 

Kepala Sekolah menyambut baik rencana aksi nyata yang akan dilakukan dengan memberika fasilitas sekolah dan waktu untuk diseminasi dengan rekan guru lainnya.

Kemudian saya berkoordinasi dengan rekan CGP lainnya serta Pengajar Praktik untuk memaksimalkan apa yang akan diberikan kepada rekan guru pada saat diseminasi.

Setelah materi siap, agenda diseminasi pun dibuat pada hari Rabu, 18 Januari 2023, di laboratorium komputer UPT SMP Negeri 1 Sukoharjo, dengan durasi waktu dari jam 09.15 - 10.50 WIB.

Acara Diseminasi dihadiri Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, perwakilan guru dari setiap mata pelajaran, dan seluruh guru BK. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Joko Suswanto selaku kepala sekolah sebagai bentuk dukungan penuh atas kegiatan Program Guru Penggerak. Kegiatan berjalan lancar dan menarik dengan selingan ice breaking, game, diskusi, dan penjelasan materi yang telah disiapkan sebelumnya.

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah sepakat membuat keyakinan kelas dan berkomitmen untuk mengimplementasikan budaya positif di lingkungan sekolah.


📌HASIL AKSI NYATA

Hasil Aksi Nyata Budaya Positif - Modul 1.4, di UPT SMPN 1 Sukoharjo telah memberikan pemahaman paradigma baru kepada guru dan tenaga kependidikan mengenai Budaya Positif. Penyamaan persepsi ini, menjadikan para peserta diseminasi antusias dan berkomitmen untuk bersama mewujudkan budaya positif di sekolah. Hasil yang diharapkan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun dengan kerja sama dan komitmen bersama untuk merubah kebiasaan dan pemahaman tentang disiplin positif, hukuman, penghargaan, kebutuhan dasar, motivasi, peran kontrol, serta segitiga restitusi akan menjadi mudah dan bisa diwujudkan dengan memberi contoh dalam nilai-nilai kebajikan. Hal-hal ini tercermin dari:

  • Terbudayakannya karakter religius yang ditunjukkan dengan pembiasaan membaca kitab suci 15 menit sebelum pembelajaran di mulai, dan sholat dzuhur berjama’ah.
  • Tercerminnya karakter peduli lingkungan dalam kegiatan Jumat bersih.
  • Tercerminnya karakter peduli kesehatan jasmani dalam kegiatan Jumat sehat.
  • Tercerminnya karakter religius dalam kegiatan Jumat religi.
  • Terwujudnya karakter dalam Profil Pelajar Pancasila baik dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan P5.
  • Tercerminnya karakter gotong royong dalam mewujudkan budaya positif.
  • Terbudayakannya karakter disiplin yang di tunjukan dengan pembiasaan 5S ( senyum, salam , sapa , sopan dan santun ) memyambut siswa di depan gerbang.
  • Terbudayakannya cinta lingkungan dengan tidak menggunakan plastik dalam jajan pangan di kantin sekolah.

Hasil aksi nyata lainnya yang terukur jelas adalah dipasangnya keyakinan kelas di dinding ruang kelas. Kesepakatan kelas ini dibuat bersama antara siswa dan wali kelas demi terwujudnya budaya positif dalam lingkungan pembelajaran.

Guru juga mulai menerapkan segitiga restitusi dengan mencoba konsisten berada pada posisi kontrol pemantau atau manager.


📌REFLEKSI

Dalam pelaksanaan kegiatan diseminasi ini, saya sangat beruntung karena mendapatkan dukungan dari semua pihak, mulai dari  Kepala Sekolah, rekan guru dan seluruh siswa. 

Antusiasme rekan guru terlihat pada saat proses penyampaian materi terhadap paradigma baru yang mereka terima dan ingin terus belajar lebih banyak lagi. Para guru menemukan banyak hal baru yang sebelumnya dianggap benar, namun ternyata banyak tidak tepat untuk dilakukan. Hal ini tercermin dari diskusi aktif dan curahan hati dari para guru yang ikut dalam diseminasi ini.

Kelemahan yang saya temui adalah beberapa guru terutama guru BK, masih menemui beberapa siswa yang tidak bisa diberlakukan posisi kontrol mana pun untuk memperbaiki disiplin atau karakternya yang tidak sesuai. Sehingga terkadang hukuman / konsekwensi logis masih diterapkan sebagai pilihan terakhir meski sangat jarang sekali.