Let's Learn English

Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan Bersama Fun Dora

Bersama Fun Dora, Bahasa Inggris anda berada di dalam genggaman.

Olimpiade Guru Nasional

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) menjadi salah satu wadah para pendidik melebarkan sayap untuk merdeka belajar.

Generasi Digital (Industri 4.0)

Kini, pembelajaran berbasis TIK bukan sekadar pelengkap, tapi telah menjadi satu jiwa dengan proses belajar mengajar itu sendiri.

Pembelajaran Abad 21

Mari menciptakan atmosfer kelas yang berpusat pada peserta didik.

Rumah Belajar

Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Sabtu, 24 Juli 2021

HOPE v.s WISH

 



Pernahkah kalian membuat harapan? Apakah harapanmu terkabul? 

Ya, biasanya pada saat-saat tertentu kita pernah mendengar atau mengatakannya. Dalam Bahasa Inggris kita biasa menggunakan kata hope atau wish, yang berarti harapan atau doa. Namun, dari kedua kata tersebut, ada beberapa perbadaan cara dan tujuan penggunaanya. Mari kita simak penjelasan berikut ini.



Hope v.s Wish

Hope digunakan ketika kita berharap akan sesuatu yang belum terjadi. Hope dikatakan pada situasi tertentu dan diyakini bisa terwujud di masa depan. Ungkapan dalam betuk ini biasanya menggunakan Simple Present Tense. 

Contohnya:

  • I hope I have time tomorrow. (Si pembicara berharap dia punya waktu untuk besok, dan ada kemungkinan terjadi)
  • I hope it doesn't rain later. (Si pembicara berharap hujan akan berhenti)
  • I hope he likes it. (Si pembicara berharap dia akan menyukainya)


Wish digunakan saat ingin kita berpindah dari keadaan yang sedang terjadi. Wish biasanya dikatakan ketika si pembicara tidak yakin atau meragukan sesuatu akan terjadi sesuai harapan.Penggunaan wish juga cenderung bersifat harapan fantasi, khayalan, atau imajinasi. Namun, ada pengecualian, wish juga bisa dipakai untuk ungkapan tentang harapan pada acara khusus, seperti ulang tahun, pernikahan,  kelahiran anak, dll.

Contohnya: 

  • I wish I had more time. (Situasi sebenarnya waktu telah habis/selesai)
  • I wish it wasn't raining. (Situasi sebenarnya adalah hujan)
  • I wish I could speak English fluently. (Situasi sebenarnya si pembicara tidak bisa Bahasa Inggris)

Expressing Hopes and Wishes


Agar lebhih memahami materi Hope v.s Wish, mari tonton video pembelajaran berikut ini:




Let's Practice!

Fill in the blanks with 'wish' or 'hope'!





OBLIGATION




Pernahkah kalian melanggar sebuah peraturan? Jika pernah, apakah kalian mendapatkan hukuman atau teguran setelah melanggar peraturan tersebut?

Ya, di setiap tempat biasanya akan memiliki sebuah peraturan, baik formal maupun non formal. Peraturan dibuat biasanya menyatakan sebuah keharusan. Dalam Bahasa Inggris, kita bisa menyebutnya sebagai obligation atau rule. Dalam menyatakan keharusan kita bisa menggunakan must dan has to / have to. 


Perbedaan antara Must dan Has to /  Have to

Must digunakan untuk menyatakan keharusan yang berasal dari si pembicara, ia berpikir bahwa hal itu perlu dan biasanya datang dari faktor internal. 

Contohnya:

  • I must go to school now. (Si pembicara berpikir untuk segera berangkat ke sekolah sekarang, karena tidak ingin terlambat)

  • You must say honestly. (Si pembicara berpikir bahwa bicara dengan jujur perlu)

  • We must study hard. (Si pembicara berpikir bahwa belajar dengan giat dibutuhkan/perlu)

Ketiga contoh di atas menunjukan bahwa jika pernyataan itu dilanggar tidak akan mendapatkan sanksi atau hukuman, namun sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Sedangkan has to / have to menyatakan keharusan yang berdasarkan situasi, dan kita tidak bisa mengubahnya. Sebuah peraturan yang berdampak sanksi atau hukuman saat dilanggar biasanya menggunakan ungkapan has to / have to. 

Contohnya :

  • I have to wear uniform at school (Peraturan sekolah, jika dilanggar akan mendapatkan sanksi

  • You have to wear helmet when riding. (Jika dilanggar maka akan ditindak oleh polisi lalu lintas)

  • I have to submit my homework tomorrow. (Tenggat waktu yang diberikan untuk menyerahkan tugas harus selesai besok.)

  • She has to be quiet in this library. ( Peraturan di sebuah perpustakaan)

  • He has to stop smoking in this area. (Orang-orang tidak diperbolehkan merokok pada titik area tersebut)

Agar lebih memahami tentang bentuk Obligation, anda bisa melihat video pembelajaran berikut ini;



Let's Practice!

Fill these blank sentences with MUST, HAS TO, or HAVE TO correctly!

  1. We … bring the umbrella because today will rain.

  2. I … study hard to get best score.

  3. This answer … be correct.

  4. You … smoke outside because it is no smoking.

  5. He … meet the headmaster at 9 a.m.

GOOD LUCK




Senin, 26 April 2021

RECOUNT TEXT

 



Apa Itu Teks Recount?


Teks Recount adalah teks yang menceritakan tentang peristiwa, kejadian, atau kegiatan di masa lalu. Biasanya cerita yang disajikan adalah sebuah cerita pengalaman pribadi si penulis.




Ciri-Ciri dari Teks Recount:
  1. Menggunakan pola bahasa Simple Past Tense;
  2. Menggunakan adverb dan adverbial phrase untuk menjelaskan waktu, tempat dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Contohnya Last June, Jakarta, happily, etc.
  3. Menggunakan conjunction dan time connectives untuk mengurutkan peristiwa. Contohnya and, before, after that, then, etc.



Struktur Teks Recount:
  1. Orientation
    Ada di awal paragraf, menceritakan latar belakang dari teks tersebut. Biasanya berisi siapa, kapan, dan dimana peristiwa itu terjadi. 

  2. Events
    Menceritakan urutan kejadian dan peristiwa secara kronoligis.

  3. Re-orientation
    Ada di akhir paragraf, berisi kesimpulan dan opini penulis terkait teks yang diceritakan.



Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi video pembelajaran berikut ini:






PRACTICE
Identify the generic structure of this text.

TAKING A BUS

About three years ago, I had an experience that made me panic. It was my first time to take a bus by myself. Furthermore, I just moved to Solo because my dad had to work there. 

My dad always took me to the school and picked me up at noon because it was quite far from home. Actually, I had not memorized the way from home to school until I tried to go by bus. 

It was the first week of me studying in junior high school. My parents called me that they couldn’t pick me up because they were in another town. They told me to take a bus. 

I didn’t have an idea which bus that I should take. Then I asked one of my teacher. He said, “Just take the bus number 2, then get off at the fourth stop. You can walk to your house from that place.” 

I went to the bus stop near my school. Bus number 2 was coming and I prepared myself. I got a seat in the back. I made myself as comfortable as possible and looked at the street through the window. I was so tired that I couldn’t open my eyes, then I fell asleep. 

There was a horn sound and it woke me up. The bus was about to stop and I immediately got off. The bus left. Then I realized that I didn’t know whether the stop was the fourth one or not. I didn’t recognize the street or the buildings around it. 

I almost cried since I didn’t know what to do. I only had one thousand rupiah left. Suddenly, a grey car stopped in front of me. My uncle got out of that car and approached me. He just met his client in the café near the bus stop. He asked me why I was alone in that area and I told him the reasons. He laughed at me when I told him that I fell asleep in the bus. After that, my uncle took me home. 

I was very grateful because my uncle passed by at that time. My mom then asked me to go to school by bus on the weekend then went home by bus again so that I could memorize it. Now I almost memorize all the corners of the city since it is my fourth year in Solo.




Rabu, 24 Maret 2021

NARRATIVE TEXT

 




Apa itu teks naratif?

Teks naratif adalah sebuah cerita yang memiliki kronologis dan saling terhubung. Teks naratif menceritakan kisah fiktif di masa lampau, biasanya berupa dongeng, cerita rakyat, legenda, kisah para binatang, dan mitos. 

Tujuan dari teks naratif adalah untuk menghibur para pembaca.


Ciri-ciri dari teks naratif:
  1. Menggunakan pola bahasa Simple Past Tense
  2. Menggunakan kata keterangan waktu seperti pada zaman dahulu kala (once upon a time), suatu hari (one day), dll.
  3. Menggunakan kata hubung waktu ketika (when), then (kemudian), after that (setelah itu), dll.
  4. Menggunakan karakter khusus seperti Sangkuriang, Cinderella, Pinokio, dll.
  5. Menggunakan simple present tense untuk kalimat langsung (kalimat dalam bentuk percakapan).



Struktur Naratif Teks:

1. Orientation (Orientasi)
Pada tahap orientasi ini, kita dijelaskan tentang apa, siapa, kapan, dan dimana cerita terjadi. Biasanya teks ini ada di awal paragraf.

2. Complication (Komplikasi)
Pada tahap ini, permasalahan pada cerita mulai diperlihatkan, konflik mulai naik sampai pada titik puncaknya.

3. Resolution (Resolusi)
Pada tahap ini, permasalahan di dalam cerita mulai menemui titik terang, dan terpecahkan.

4. Coda/Re-orientation (Re-orientasi)
Pada tahap akhir ini, cerita disimpulkan dan biasanya ada nilai moral cerita yang disampaikan.


Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi video pembelajaran berikut ini:

Narrative Text Video






PRACTICE

Identify the generic structure of this text, then write into the table below.


PINOCCHIO




Once upon the time, there was an old poor man named Geppetto. He lived lonely as a carpenter and had nobody.

One day, he made wood doll from a branch of tree. He worked carefully and well. While he was making the doll, he said “You will be my son, and I will give you name Pinocchio”. Fortunately, there was a nice angle who felt pity with him. Then, she conjured the doll to be speakable and moving likes a human. When Geppetto was sculpting on its mouth, suddenly the wood doll spoke to Geppetto.

“Stooppp.. stoppp .. stop it now!.” Screamed Pinocchio.

“Can you speak?!” Said Geppetto in a shocking.

“Of course I can. You already give me a mouth.” Answered Pinocchio

Geppetto was very happy, then he said “My son, you should take a rest, because you will go to school with others kids tomorrow. You should learn about new things and how to be good boy.”

After that, Pinocchio went to school, but in the middle of his way. He saw a doll show. He saw the dolls were dancing and singing, Then Pinocchio jumped on the stage and said “I can sing and dance better than those dolls!”

The owner felt that Pinocchio was annoying, but after the audiences saw Pinocchio’s performance, they felt happy. Then the owner gave him five gold coins. Then Pinocchio went to school again, but in the middle way, he met with fox and cat.

The fox and cat knew that Pinocchio had five gold coins, they deceived Pinocchio. Then the fox said “Hi Pinocchio, do you want to get more coins? Your father must be happy.”

“How can??” Asked Pinocchio

“You have to burry your coins under a magic tree.” Said the cat.

Without thinking any more, Pinocchio followed to the magic tree then buried the coins. After that, Pinocchio knew their plan, but unfortunately he was hung on the tree by fox and cat. Suddenly the angle came with a wolf, then she asked for the wolf to catch the fox and cat.

Then, the angle said “Why don’t you go to school?”

“ Emmm.. I.. I..” Pinocchio was nervous to answer that question.

In the same time, his nose became long and long like a branch.

“Hi Pinocchio, every time when you are lying, your nose will grow to be long, but if you say the truth, your nose will be back to the normal size.” Said the angle.

Pinocchio always thought about the angel’s words. When he was on a way, he stopped at the coast to see a train show. He didn’t know that the owner was a witch. Then the witch entered all the children to a stomach whale.

In the stomach whale, Pinocchio was very sad and afraid. He thought about Geppetto, he felt guilty with Geppetto, because he didn’t go to school as what Geppetto said. He promised, if he met Geppetto again he will be a good boy for him.

Suddenly, he met with Geppetto in the stomach whale. Geppetto also was swallowed by the whale. After that, the angle came and helped them again to get out from stomach whale.

“Daddy, now, I promise to be a good and honest boy for you” After said the words, Pinocchio changed to be a real boy.

Finally, Pinocchio and Geppetto lived happily ever after.

From this story we can learn that every bad things that we have done will caused bad things to us also.










Rabu, 10 Februari 2021

Simple Past Tense

 



Simple Past Tense adalah bentuk kalimat yang digunakan untuk menyatakan kejadian atau kegiatan di masa lampau dan telah selesai.

Bentuk kalimat Simple Past Tense ada dua tipe yakni Nominal Sentence dan Verbal Sentence.


1. Nominal Sentences

Nominal Sentence adalah kalimat yang tidak menggunakan kata kerja (verb), posisi kata kerja tersebut digantikan oleh kata kerja bantu (verb to be).

(+)        S + was/were + O + Adverb

(-)         S + was not (wasn't)/were not (weren't) + O + Adverb

(?)         Was/were + S + O + Adverb ?


Kalimat positif/statement:


Contohnya:

1. I      +      was      +       happy       +     yesterday.
    S         Verb to be             O                   Adverb

2. You      +      were        +      baby        +      in 2002.
     S             Verb to be              O                    Adverb

3. She    +       was        +    in the class     +    last week.
      S         Verb to be                 O                    Adverb


Kalimat negatif:


Contohnya:

1. I      +      was not      +       happy       +     yesterday.
    S           Verb to be                  O                   Adverb

2. You      +      were not        +      baby        +      in 2002.
     S                Verb to be                  O                    Adverb

3. She    +       was not        +    in the class     +    last week.
      S            Verb to be                    O                    Adverb


Kalimat interogatif/pertanyaan:



Contohnya:

1. Was       +       I      +          happy       +     yesterday. 
      S           Verb to be              O                   Adverb

2. Were      +     you        +       baby        +       in 2002.
      S             Verb to be              O                    Adverb

3. Was        +  she    +         in the class     +    last week.
      S         Verb to be                 O                    Adverb


Agar lebih memahami tentang bentuk Nominal Sentences of Simple Past Tense, anda bisa melihat video pembelajaran berikut ini.



Let's practice!

A. Change these sentences into positive, negative, and interrogative sentences for each sentence.

1. Kami ada di pasar kemarin.

2. Saya lapar tadi pagi.

3. Dia (laki-laki) adalah siswa bulan lalu.



🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸





2. Verbal Sentences

Verbal Sentence adalah kalimat yang lengkap dengan kata kerja simple past tense (verb 2) nya.    


Kalimat positif/statement:

S + Verb 2 + O + Adverb

Contohnya:

1. They      +      ate      +       bread       +     yesterday.
       S              Verb 2                O                   Adverb

2. He      +      brought        +      a bag        +      in 2002.
     S                 Verb 2                    O                    Adverb


Kalimat negatif:

S + did not (didn't) + Verb 1 + O + Adverb

Contohnya:

1. They      +    did not (didn't)     +     eat      +       bread       +     yesterday.
       S                                                Verb 1                O                   Adverb

2. He      +      did not (didn't)         +     bring       +      a bag        +      in 2002.
     S                                                       Verb 1                O                    Adverb


Kalimat interogatif/pertanyaan:

Did + S + Verb 1 + O + Adverb ?

Contohnya:

1. Did       +     they     +     eat      +       bread       +     yesterday.  ?
                          S            Verb 1                O                   Adverb

2. Did        +      he        +     bring       +      a bag        +      in 2002.  ?
                          S               Verb 1                O                    Adverb


Let's practice!

B. Change these sentences into positive, negative, and interrogative sentences for each sentence.

1. Saya mencuci mobil minggu lalu.

2. Mereka memasak ikan kemarin.

3. Ibnu memperbaiki sepeda tahun 2008.

Selasa, 09 Februari 2021

Regular and Irregular Verbs



Dalam Bahasa Inggris, kata kerja (verb) menjadi salah satu dasar dalam membuat suatu kalimat. Kita juga harus mengetahui bentuk-bentuk lampau dari sebuah kata kerja. Kata kerja dalam Bahasa Inggris memiliki bentuk dasar yang biasa disebut Base Form atau Infinitive, terkadang kita menyebutnya juga V1 (Contohnya: Bring, Follow, Eat, etc.).

Bentuk lampaunya sendiri biasa disebut Simple Past Tense (V2) dan Past Participle (V3). Perubahan kata kerja dari bentuk dasar ke bentuk lampau ada dua perbedaan yakni Regular dan Irregular Verbs.


REGULAR VERBS

Regular Verbs adalah kata kerja yang perubahannya cenderung konsisten. Biasanya, perubahan dari VI ke V2 dan V3 hanya ditambahkan -ed atau -d di akhir kata dasar tersebut.

Berikut adalah tiga cara dalam merubah kata dasar ke bentuk lampau dari regular verbs:


  • Perubahan regular verbs dengan tambahan -ed di belakang kata biasanya ketika kata tersebut di akhiri dengan huruf konsonan (ada beberapa pengecualian pada kata yang diakhiri konsonan mendapatkan huruf ganda sebelum ditambahkan -ed).



  • Perubahan regular verbs dengan tambahan -d di belakang kata biasanya ketika kata tersebut di akhiri dengan huruf vokal.



  • Beberapa kata kerja yang diakhiri huruf (-y) di akhir kata akan dirubah menjadi (-i) sebelum ditambahkan (-ed).



IRREGULAR VERBS

Irregular Verbs adalah kata kerja yang perubahannya cenderung tidak konsisten. Ada 4 tipe perubahan irregular verbs yang biasanya kita jumpai pada bentuk dasar ke bentuk lampaunya. Diantaranya:

  • Irregular verbs yang memiliki bentuk V1, V2, dan V3 yang sama semua.


  • Irregular verbs yang memiliki bentuk sama pada V2 dan V3 nya.


  • Irregular verbs yang memiliki bentuk sama pada V1 dan V3 nya.


  • Irregular verbs yang memiliki perbedaan jelas pada semua jenis baik V1, V2, atau V3 nya.



Agar lebih memahami tentang bentuk Regular dan Irregular Verbs, anda bisa melihat video pembelajaran berikut ini.


Let's practice!

A. Classify these words into the proper place of this table!

Words:

Rise    Act    Forgot    Slept    Visited    Drunk    Buy    Sell    Flew    Bring    Watch    Collected

Thought    Born    Lead    Set    Carry    Erase    Gone    Hunted    Melt    Picked    Burn    Enjoy

Fix    Dug    Swim    Read    Hit    Eaten



B. Classify these words into the proper place of this table!

These words are past tense (V2) and past participle (V3):

Rose    Accepted    Forgot    Slept    Visited    Drunk    Bought    Sold    Flew    Bring    Watch    Collected    Thought    Born    Let    Sent    Cried    Washed    Gone    Hunted    Melt    Picked    Burn    Enjoy    Run    Dug    Swim    Read    Hit    Eaten




Selasa, 20 Oktober 2020

BAHASA INGGRIS JITU DENGAN RADIO EDUKASI BERMUTU

 
 


Pernahkah kita menjadi saksi dikala radio menjadi primadona di khalayak umum? Menjadi satu-satunya alat komunikasi seantero negeri?

Tentu saja sebagian besar kita turut menjadi saksi dan penikmat alunan irama radio yang senantiasa menemani aktivitas sehari-hari. Radio sendiri adalah alat komunikasi berbalut teknologi yang bekerja dengan gelombang elektromagnetik. Ya, meskipun sekarang radio sudah banyak digantikan posisinya oleh TV dan android, tapi keberadaannya tetap menyandingi kehidupan kita. Kini akses radio yang paling mudah dan sederhana, banyak dijumpai dalam aplikasi bawaan android dan bahkan merambah dunia internet.

Lalu bagaimana peran radio di era digital seperti sekarang ini? Apakah keberadaanya masih digandrungi banyak orang? Jika sahabat adalah tipe penikmat audio dan mudah sekali menjadi fokus ketika mendengarkan suara atau audio, berarti sahabat masuk ke dalam tipikal pembelajar audio. Biasanya pembelajar audio cenderung mudah mengingat informasi yang dipelajari dengan mengaitkan sesuatu dengan suara yang ada.

Seperti yang kita ketahui salah satu bidang studi yang mengharuskan peserta didik memiliki kemampuan dalam mendengar adalah pelajaran yang berkaitan dengan Bahasa dan Sastra. Dalam pelajaran Bahasa Inggris, ada empat kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik, diantaranya listening, speaking, reading, dan writing.

Sebagai kemampuan pertama yang harus dikuasai oleh peserta didik, listening skill menjadi titik awal apakah informasi yang disampaikan bisa diterima dengan baik atau tidak. Karena seperti yang kita tahu, Bahasa Inggris di Indonesia berperan sebagai Foreign Language, yang artinya tidak semua masyarakat menggunakan dan familiar dengan bahasa ini. Sehingga, dibutuhkan pembelajaran yang terfokus untuk mampu memahami dan memaknai listening skill.

Aksen dan penekanan ucapan yang berbeda antara native speaker dan foreign speaker, terkadang menjadi kerikil kecil bagi pendidik untuk menyajikan sumber belajar yang baik dan benar pada peserta didik.

Sebagai terobosan untuk memberikan solusi, pemerintah telah banyak menyediakan situs dan portal yang memberi ruang bagi insan cendikia untuk menegembangkan materi dalam bidang audio, contohnya Radio Edukasi.

Radio Edukasi ini pertama kali berdiri pada tanggal 11 September 1980 berdasarkan Kepmendikbud Nomor 222g/O/1980 dengan nama BPMR Yogyakarta (Balai Produksi Media Radio). Lalu, ada sedikit penambahan pada namanya menjadi BPMRP (Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan) pada tanggal 17 April 2012 berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2012. Pada dasarnya, kedua nama tersebut tidak berbeda, mereka tetap sama dalam giat mewujudkan merdeka belajar. Adapun visi dan misi yang diusung adalah:

1. Visi

Terwujudnya layanan prima pendidikan melalui pendayagunaan teknologi infomasi dan komunikasi berbasis media audio/radio



2. Misi

a. Memproduksi media radio/audio guna meningkatkan ketersediaan bahan ajar untuk Pendidikan

b. Menyelenggarakan siaran radio pendidikan untuk melayani peserta didik di daerah yang sulit terjangkau oleh pelayanan pendidikan konvensional

c. Mengembangkan model media radio/audio pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas dan relevansi Pendidikan

d. Mengkaji dan merancang model media radio/audio dengan format khusus sesuai karakteristik siswa berkebutuhan khusus

e. Mengelola sarana prasarana dan bahan media radio/audio untuk memastikan sasaran didik dapat memanfaatkan program media radio/audio untuk pendidikan

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Ya, pepatah ini sangat sesuai dengan pembahasan kita untuk memberikan sebuah wahana unik dalam ranah audio, untuk melatih kemampuan peserta didik pada listening skill.

Jika Sahabat Rumah Belajar ingin mencari media atau sumber pembelajaran, di sinilah tempatnya. Ada banyak sekali audio yang bisa kita manfaatkan dan diunduh untuk menjadi bahan materi bagi peserta didik. Mengaksesnya pun sangat mudah, tapi sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mendaftarkan akun sebagai member atau anggota pada
Radio Edukasi jika ingin mendownload dan melakukan eksplorasi lebih jauh dalam situs ini. Caranya sangat mudah, sahabat Rumah Belajar silahkan ikuti tahapan berikut ini:

1. Masuk ke laman https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/

2. Isi form yang terdiri dari username, password, email aktif, nama lengkap, status, negara, kota, dan terakhir mencentang kotak reCAPTCHA.

3. Setelah itu klik kolom register

4. Kemudian, kita akan diarahkan untuk mengecek kotak masuk di dalam email yang dicantumkan.

5. Jika tidak menemukan email dari
Radio Edukasi, sahabat bisa mengecek kotak spam.

6. Jika sudah ada email masuk dari Radio Edukasi, sahabat akan diarahkan untuk mengklik sebuah tautan yang terhubung dengan situs Radio Edukasi, dan secara otomatis telah log ini /masuk.

Nah, kini sahabat
Rumah Belajar telah memiliki akun di Radio Edukasi dan bisa menjelajah konten-konten bermanfaat yang bisa diaplikasikan untuk proses belajar mengajar kita. Jika sahabat adalah seorang guru Bahasa Inggris, kita bisa mencari referensi sumber belajar berupa audio di “Produk Media Audio Pembelajaran”.



Yang terakhir tapi bukan penutup, sudah selayaknya pada titik ini kita sepakat bahwa
Radio Edukasi tidak hanya hadir sebagai pelengkap media pembelajaran, tapi memiliki makna lebih dari itu. Radio Edukasi adalah salah satu giat penggerak dalam dunia pendidikan dengan segudang aset publik milik negara. Kita sebagai insan pejuang pendidikan, sudah seharusnya turut mengabadikan Radio Edukasi sebagai contoh baik dalam dunia pendidikan. Mari ramaikan Radio Edukasi dengan cita rasa semangat berbagi.

Merdeka Belajarnya,
Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.







Senin, 19 Oktober 2020

WE ARE ENGLISH TEACHERS, WE ARE READY FOR USING PORTAL RUMAH BELAJAR

 

 
 
Pempek lenggang bukan dari ketan
Cuka legit bukan lagi rahasia
MGMP Bahasa Inggris OKU Selatan
Hadir memajukan pendidikan Indonesia 


Hai Sahabat Rumah Belajar, kembali lagi bersama si "Tukang Pempek Lenggang di Rumah Belajar", PEMbelajaran Paling efEKtif, LENGkap, dan GampANG di Rumah Belajar.

Giat sosialisasi kali ini dimeriahkan oleh guru-guru Bahasa Inggris hebat se-Kabupaten OKU Selatan. Mereka yang datang dari beberapa penjuru tak gentar untuk datang oleh rintik gerimis yang menggelitik.

Aksi kali ini, lebih mengarahkan pada praktik baik menggunakan Portal Rumah Belajar dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dalam balutan slide-slide PPT, Author mencoba memaparkan keuntungan mengikuti kegiatan PembaTIK yang diprakarsai oleh Kemdikbud lewat Pusdatin. Tak lupa penjelasan paling lugas tentang keistimewaan Portal Rumah Belajar turut menghiasi sosialisasi tatap muka ini.

Bapak/Ibu hebat yang hadir dalam aksi ini, menunjukan antusias yang luar biasa untuk mengenal Portal Rumah Belajar lebih jauh. Mereka secara mandiri aktif membuka Portal Rumah Belajar melalui smartphone nya masing-masing.

Semangat yang terbangun di antara kami tak perlu dipantik terlalu keras, karena motivasi ingin tahu yang besar telah peserta usung sedari rumah hingga sampai ke tempat kegiatan sosialisasi ini berlangsung. Diskusi interaktif mengenai PembaTIK dan Portal Rumah Belajar juga mengudara dengan renyah. Bahkan di sela aksi, ketua MGMP kami, Bapak Puput Adi Wijaya, mengutarakan harapannya untuk bisa melakukan tatap muka di dalam forum MGMP Bahasa Inggris untuk bisa saling berbagi ilmu tentang tips membuat video pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Bahkan sebuah inovasi forum dilontarkan untuk memiliki channel Youtube sendiri agar bisa menjadi wadah guru-guru Bahasa Inggris dalam mengembangkan media pemebelajaran yang beragam.


Hingga di penghujung waktu berbagi, seperti biasa, Author memainkan game online Quizizz yang memberikan tantangan para peserta dengan 10 pertanyaan terkait PembaTIK dan Portal Rumah Belajar. Tiga masker gratis kembali disabet oleh peserta terbaik dalam game online ini.

 

Minat guru-guru hebat di luar peserta sosialisasi ternyata mulai ramai, beberapa pesan Whatsapp mampir ke nomor Author, menawarkan diri lewat sebuah forum-forum resmi seperti KKG, MGMP, MKKS, dan sekolah-sekolah lain untuk bisa hadir sebagai narasumber memberikan sosialisasi terkait PembaTIK dan Portal Rumah Belajar. Baiklah, sepertinya sosialisasi akan berlanjut bulan depan, dan Dinas Pendidikan siap membantu dengan memfasilitasi surat resmi dari kegiatan ini. Alhamdulillah.

Sebagai bekal motivasi dan souvenir kenangan sosialisasi, para peserta dibagi stiker gratis dan cantik dari Rumah Belajar.


Yang terakhir dan paling pamungkas, terspesial saya ucapkan terima kasih pada para pejuang tangguh yang sigap mengawal jalannya sosialisasi hingga usai dengan segudang kenangan yang berharga. Terima kasih pada:

1. Bapak Zulfakar Dhani, S.Sos., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan.

2. Bapak H. Harsono, S.Pd.I, selaku ketua organisasi PGRI Kabupaten OKU Selatan.

3. Bapak Eduarken, S.Pd., M.Si., selaku kepala bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan.

4. Ibu Virdalia, S.Pd. selaku kepala sekoalh SMP N 01 Kisam Tinggi.

5. Ibu Enita Liyani, SE., MM., selaku kepala seksi PTK SMP Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan.

6. Bapak Puput Adi Wijaya, S.Pd., selau ketua MGMP Bahasa Inggris Kab. OKU Selatan.

5. Ibu Asmawati, S.Kom, selaku staf GTK PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan.

6. Bapak Hasan, selaku pengurus gedung PGRI Muaradua

Semoga semangat berbagi ini mendapat ridho dan berkah dari-Nya, aamiin.

Merdeka belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

SAJIAN PEMPEK LENGGANG UNTUK GURU SMP DALAM BINGKAI RUMAH BELAJAR

 

Pempek....

Pempek....

Pempek Lenggang....

Ayo siapa yang mau cobain Pempek Lenggang kita? Asli nagih dan enak.


Hai Sahabat Rumah Belajar, siapa sih yang tidak kenal dengan makanan khas 'wong kito galo' ini? Tekstur yang kenyal, rasa yang gurih dan lezat, perpaduan tepung tapioka dan ikan gilingnya menjadi dahsyat ketika dicampur cuka legitnya.

Tapi, tunggu dulu, Pempek Lenggang yang kita sajikan ini tak kalah enak dan mengenyangkan. Khususnya, bagi Sahabat Rumah Belajar yang ingin menambah wawasan dan ilmu tentang dunia pembelajaran berbasis TIK.

PEMbelajaran Paling efEKtif, LENGkap, dan GampANG di Rumah Belajar bisa dengan mudah kita akses dan kita manfaatkan sebagai sebuah best practice dalam memberi solusi pembelajaran jarak jauh.

Pada aksi sosialisasi tatap muka yang diselenggarakan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Organisasi PGRI ini, Author berkesempatan untuk berbagi bersama sahabat guru tingkat Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten OKU Selatan.


 

Respon kali ini sungguh di luar dugaan, para peserta yang hadir di awal waktu sangat antusias mengajak foto bersama dengan Author, berbagai gaya dan senyum kami keluarkan agar mendapat momen terkeren yang kami abadikan. Ah, tukang Pempek Lenggang ini sejujurnya tak pernah menyangka bahwa banyak dari mereka yang setia menonton vlog dan topik baru yang kami share dalam akun-akun medsos Author.


Sesi awal sosialisasi ini diriuhkan dengan game leadership yang dimainkan oleh 25 peserta. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, dengan semangat dan tawa lepas, mereka antusias memainkan game ini. Sebagai reward yang Author berikan pada kelompok pemenang game ini, Author membagikan stiker gratis dari Rumah Belajar. Senyum imut tersungging manis disudut mata peserta yang terbingkai masker sebagai bentuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dengan amunisi semangat yang membara, Author dengan bincang santai namun mengena, berhasil menyajikan Pempek Lenggang di Rumah Belajar dengan bingkisan lengkap yang mengupas tuntas fitur utama dan fitur pendukung, serta menebar virus agar lebih banyak guru yang siap dan mau berbagi ilmu bersama melalui pelatihan PembaTIK dan diklat-diklat lainnya dengan menjadikan sertifikat bertaraf nasional sebagai daya tarik dan bentuk apresiasi dari Kemdikbud.


Author juga memaparkan betapa lengkap dan gampangnya mencari semua yang kita butuhkan dalam satu portal, yakni Rumah Belajar.

Bincang berujung dengan tes pemahaman akhir peserta tentang PembaTIK dan Portal

Rumah Belajar melalui game online Quizizz. Para peserta yang notabene nya memiliki cikal bakal guru hebat tentu sangat ketat meraih nilai tinggi dalam game ini. Hingga kemudian tiga guru hebat dengan total nilai dan kecepatan yang baik dalam menjawab muncul di papan podium Quizizz.


 

Setiap peserta dibekali wawasan tentang tahapan membuat akun di Portal Rumah Belajar, praktik mendaftarkan akun juga dilakukan dengan baik, bahkan ada seorang Kepala Sekolah SMP swasta yang tertarik utnuk menggunakan Portal Rumah Belajar di sekolahnya sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.

Hingga sesi berkahir pun, para peserta makin banyak yang antusias untuk melakukan foto bersama dengan si "Tukang Pempek Lenggang" ini.

Senyum semringah tersimpul saat mendapati akun sosial media Author diramaikan oleh testimoni-testimoni seluruh peserta yang masih teringiang dengan Pempek Lenggang di Rumah Belajar. Ah, semoga makin banyak pejuang pendidikan yang turut andil meramaikan rumah kita, Rumah Belajar.


Salam semangat, salam berbagi.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.