Kembali lagi dengan kisah para PembaTIK dari bumi Sriwijaya.
Coaching hari kedua peserta langsung diarahkan ke dalam breakout room bersama tutor dan DRB masing-masing. Pada kesempatan ini, kami yang berada di kelompok kedua dibimbing oleh Ibu Betty Marlina sebagai DRB 2019, dan Bapak M. Amiruddin Jauhari dari pihak Pusdatin.
Para tutor memaparkan tentang aspek-aspek yang akan menjadi penilaian oleh tim panitia terkait tugas level 4. Ada sekitar 3 aspek yang akan menjadi pertimbangan tim penilai. Diantaranya aspek kualitas teknis, aspek presenter, dan aspek informasi. Ketiganya memiliki bobot nilai yang sesuai dengan kriteria tugas para Sahabat Rumah Belajar (SRB).
Setelah penjelasan tentang apa saja yang harus dicapai oleh SRB untuk menyelesaikan tugas, para tutor dan SRB berbincang ringan dan saling bertukar informasi serta tips untuk menghadapi berbagai kendala yang kerap muncul saat proses pengerjaan tugas.
Setelah obrolan berbobot itu usai, kami para SRB bersiap diri mempersiapkan presentasi yang menarik, singkat, dan jelas tentang action plan untuk sosialisasi portal Rumah Belajar.
Esok harinya, tepat saat coaching ketiga, kami disatukan lagi dalam satu room bersama dua kelompok lainnya, dan seluruh tutor serta DRB Sumatera Selatan.
Banyak sekali drama dan kisah inspiratif yang menghiasi coaching terakhir ini. Semua peserta telah siap dengan materi presentasi masing-masing. Peserta diberi kesempatan hanya 5 menit untuk menjabarkan action plannya.
Presentasi diawali oleh seorang SRB berpengalaman dalam dunia blogging, kemampuannya dalam mengolah blog sudah tak diragukan lagi. Presentasinya menjadi inspirasi bagi peserta lainnya untuk mengola blognya lebih baik lagi.
Inspirasi lainnya dihadirkan oleh seorang guru yang rela mengarungi samudera, eh maksudnya sungai. Beliau berjuang dengan sepeda motornya menumpang sebuah kapal untuk mencari sinyal yang stabil, tujuannya agar tak menjeda presentasi di coaching kali ini. Salah satu potret pejuang pendidikan dengan senjata pena runcing, bukan bambu runcing.
Selanjutnya, jika anda belum pernah presentasi pada posisi ketinggian, mungkin guru yang satu ini juga bisa diuji ilmu meringankan tubuhnya. Ya, guru itu tak lain tak bukan adalah Author sendiri. Kami harus sampai naik ke sebuah tangga rumah milik tetangga. Dengan posisi memangku laptop dan 'nangkring' di tangga, kami meminta izin pada salah satu DRB untuk memperbolehkan diri maju presentasi mendahului antrian peserta. Sebab musababnya karena sinyal yang takut raib tiba-tiba, dan kaki yang sedikit gemetar menahan laptop di tangan. Momen yang akan menjadi memori klasik dan unik.
Lalu, ada pula kisah inspiratif yang datang dari seorang guru hebat lainnya, beliau sedang berada di ruangan peer teaching, kebetulan beliau sedang menjalani program Pendidikan Profesi Guru (PPG), bebarengan dengan pembaTIK ini. Terbayang kan bagaimana harus menghandle konsentrasi di dua kegiatan yang bersamaan. Bisa jadi beliau memiliki jurus seribu bayangan, bisa muncul di dua ruang sekaligus. Salut sekali.
Dan yang tak kalah nyeleneh, seorang guru enerjik nan cerdas yang juga sedang mengikuti dua kegiatan penting, program dari Kemdikbud semua. Keren ya. Beliau berkesempatan mengabadikan background sebuah bandara dalam coaching kali ini. Dan, mungkin beliau juga memiliki jurus dua ribu bayangan, bisa menembus ruang dan waktu secara bersamaan.
Bumbu-bumbu mengharukan juga tak kalah memotivasi ketika sinyal dan jadwal pemadaman listrik membayangi wajah-wajah SRB hebat ini. Namun semangat yang luar biasa tetap terasa hadir dalam coaching ini. Para tutor dan panitia yang hadir turut memberi masukan membangun terkait action plan yang dipaparkan. Canda ringan untuk memecahkan rasa tegang dan mencairkan suasana pun tercipta di antara kami.
Sedangkan peserta yang mendapatkan sinyal dan posisi baik untuk presentasi pun turut menyemangati kami yang berjuang dengan ragam halang rintang ini. Bahkan ada yang juga menampilkan foto epik di akhir presentasinya dengan gambar pempek asli makanan khas 'wong kito galo'.
Gayung bersambut, obrolan ringan riuh terjalin diantara SRB, DRB, tutor, dan panitia dari Pusdatin. Pempek oh pempek, cukamu sungguh legit dan cetar.
Perjuangan masih panjang, karena siapa pun DRB nya, yang utama adalah tetap berbagi, mensosialisasikan Portal Rumah Belajar di bumi pertiwi.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.
Salam berbagi dari Author.







0 komentar:
Posting Komentar
Sertakan nama untuk meninggalkan jejak komentar, dan terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat.