Let's Learn English

Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan Bersama Fun Dora

Bersama Fun Dora, Bahasa Inggris anda berada di dalam genggaman.

Olimpiade Guru Nasional

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) menjadi salah satu wadah para pendidik melebarkan sayap untuk merdeka belajar.

Generasi Digital (Industri 4.0)

Kini, pembelajaran berbasis TIK bukan sekadar pelengkap, tapi telah menjadi satu jiwa dengan proses belajar mengajar itu sendiri.

Pembelajaran Abad 21

Mari menciptakan atmosfer kelas yang berpusat pada peserta didik.

Rumah Belajar

Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Senin, 19 Oktober 2020

SAJIAN PEMPEK LENGGANG UNTUK GURU SMP DALAM BINGKAI RUMAH BELAJAR

 

Pempek....

Pempek....

Pempek Lenggang....

Ayo siapa yang mau cobain Pempek Lenggang kita? Asli nagih dan enak.


Hai Sahabat Rumah Belajar, siapa sih yang tidak kenal dengan makanan khas 'wong kito galo' ini? Tekstur yang kenyal, rasa yang gurih dan lezat, perpaduan tepung tapioka dan ikan gilingnya menjadi dahsyat ketika dicampur cuka legitnya.

Tapi, tunggu dulu, Pempek Lenggang yang kita sajikan ini tak kalah enak dan mengenyangkan. Khususnya, bagi Sahabat Rumah Belajar yang ingin menambah wawasan dan ilmu tentang dunia pembelajaran berbasis TIK.

PEMbelajaran Paling efEKtif, LENGkap, dan GampANG di Rumah Belajar bisa dengan mudah kita akses dan kita manfaatkan sebagai sebuah best practice dalam memberi solusi pembelajaran jarak jauh.

Pada aksi sosialisasi tatap muka yang diselenggarakan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Organisasi PGRI ini, Author berkesempatan untuk berbagi bersama sahabat guru tingkat Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten OKU Selatan.


 

Respon kali ini sungguh di luar dugaan, para peserta yang hadir di awal waktu sangat antusias mengajak foto bersama dengan Author, berbagai gaya dan senyum kami keluarkan agar mendapat momen terkeren yang kami abadikan. Ah, tukang Pempek Lenggang ini sejujurnya tak pernah menyangka bahwa banyak dari mereka yang setia menonton vlog dan topik baru yang kami share dalam akun-akun medsos Author.


Sesi awal sosialisasi ini diriuhkan dengan game leadership yang dimainkan oleh 25 peserta. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, dengan semangat dan tawa lepas, mereka antusias memainkan game ini. Sebagai reward yang Author berikan pada kelompok pemenang game ini, Author membagikan stiker gratis dari Rumah Belajar. Senyum imut tersungging manis disudut mata peserta yang terbingkai masker sebagai bentuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dengan amunisi semangat yang membara, Author dengan bincang santai namun mengena, berhasil menyajikan Pempek Lenggang di Rumah Belajar dengan bingkisan lengkap yang mengupas tuntas fitur utama dan fitur pendukung, serta menebar virus agar lebih banyak guru yang siap dan mau berbagi ilmu bersama melalui pelatihan PembaTIK dan diklat-diklat lainnya dengan menjadikan sertifikat bertaraf nasional sebagai daya tarik dan bentuk apresiasi dari Kemdikbud.


Author juga memaparkan betapa lengkap dan gampangnya mencari semua yang kita butuhkan dalam satu portal, yakni Rumah Belajar.

Bincang berujung dengan tes pemahaman akhir peserta tentang PembaTIK dan Portal

Rumah Belajar melalui game online Quizizz. Para peserta yang notabene nya memiliki cikal bakal guru hebat tentu sangat ketat meraih nilai tinggi dalam game ini. Hingga kemudian tiga guru hebat dengan total nilai dan kecepatan yang baik dalam menjawab muncul di papan podium Quizizz.


 

Setiap peserta dibekali wawasan tentang tahapan membuat akun di Portal Rumah Belajar, praktik mendaftarkan akun juga dilakukan dengan baik, bahkan ada seorang Kepala Sekolah SMP swasta yang tertarik utnuk menggunakan Portal Rumah Belajar di sekolahnya sebagai sarana pembelajaran jarak jauh.

Hingga sesi berkahir pun, para peserta makin banyak yang antusias untuk melakukan foto bersama dengan si "Tukang Pempek Lenggang" ini.

Senyum semringah tersimpul saat mendapati akun sosial media Author diramaikan oleh testimoni-testimoni seluruh peserta yang masih teringiang dengan Pempek Lenggang di Rumah Belajar. Ah, semoga makin banyak pejuang pendidikan yang turut andil meramaikan rumah kita, Rumah Belajar.


Salam semangat, salam berbagi.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.


Webinar Pesona Rumah Belajar Menggandeng Bintang Tamu NgeTOP

 

Adakah yang tahu singkatan dari Pesona Rumah Belajar?

PEmbelajaran SOlutif, dan iNovAtif di Rumah Belajar. Ya, jika kita tilik artinya secara seksama, tentu akan memiliki makna luar biasa tentang Portal Rumah Belajar.

Webinar yang digagas oleh Author ini meninggalkan kesan yang luar biasa bagi seluruh peserta dan narasumber. Berawal dari perkenalan melalui sebuah grup Facebook yang diisi para DRB dan SRB, akhirnya Author mendapatkan kontak rekan SRB dari beberapa provinsi.

Silaturahmi berlanjut di dalam grup Whatsapp, lima srikandi yang terhubung karena memiliki tujuan yang sama untuk berbagi ini akhirnya menambahkan seorang panglima dari provinsi Jambi, satu-satunya SRB pria dalam giat webinar kami. Pembagian materi dan tugas pun akhirnya berlangsung. Dalam event ini, Author mendapatkan peran untuk membuat Flyer, menentukan tema webinar, dan melakukan deal pada sebuah jasa penyewaan Zoom. Mengingat para bintang tamu yang memiliki latar belakang dan aura mempesona, akhirnya kami memilih untuk menyewa di sewazoom.id sebagai antisipasi banjirnya minat peserta.

Berkat bantuan rekan SRB dari satu daerah yakni Ibu Rani Nawang Sari, akhirnya webinar kami mendapat kesempatan untuk melakukan kolaborasi luar biasa bersama Bapak M. Amiruddin Jauhari, seorang master camera man dari Pusdatin, dan Bapak Ahmad Ardius, seorang guru hebat yang menyabet gelar DRB Sum-Sel tahun 2018.

Sebagai bekal pelengkap, daftar hadir juga disiapkan oleh Ibu Nur Paridah, SRB Banten. Tak lupa, sebagai seorang panglima dalam webinar ini, Bapak Rahmat Hidayat, SRB dari Jambi turut membantu membuat narasi untuk membagikan link webinar Pesona Rumah Belajar ini.

Sedangkan rekan lainnya juga tak mau kalah, mereka turut meramaikan dan memantapkan kegiatan ini pada gladi dan pelaksanaan webinar sesuai jadwal yang telah disepakati. Mereka adalah Ibu Eva Zuniana Nurohmah (SRB DIY), dan Ibu Evi Apriyanti (SRB Lampung).

Mendapat kesempatan untuk ada dalam satu frame dengan para narasumber ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Para narasumber telah berhasil menyelesaikan pemaparan materi dengan sangat baik, seluruh materi sangat berbobot. Banyak ilmu baru yang di dapat dalam Webinar ini bersama 48 peserta lainnya.

Dan, melalui webinar ini pula Author mendapat ilmu dan makna baru dalam kehidupan. Sesempurna dan sematang apa pun rencana manusia, Allah SWT tetap sebaik-baiknya peyelenggara. Betapa tidak, dalam webinar ini, hanya Author seorang yang tak sempat membagi materi dengan para peserta. Bukan karena tak siap, tapi lebih karena kendala sinyal yang sedang menggemaskan dan mengajak bercanda malam itu. Author puluhan kali terlempar dari Zoom Meeting, hujan yang tersemat dalam berkah juga turut memberi nilai tersendiri pada kondisi timbul tenggelamnya sinyal.

Sempat terbesit rasa kecewa, tapi semua itu lebur karena melihat webinar yang berjalan lancar untuk rekan-rekan lainnya. Meskipun diri tak mampu tampil, tapi banyak ilmu yang di dapat dalam webinar kali ini. Ternyata kondisi yang Author pilih untuk turun gunung dan menginap di sebuah penginapan kota Muaradua, tidak menjamin semua akan berjalan sesuai harapan.

Beruntungnya, di penghujung waktu, Author sempat hadir melalui android dalam sesi foto bersama para narasumber dan 48 peserta lainnya. Ah, pasang foto termanis, terlebar, dan tercantik.

Terima kasih tim atas semangat yang tercurah dalam group mungil kita. Teruslah berjuang, teruslah berbagi.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Sabtu, 17 Oktober 2020

Menebar Virus Baik dengan Guru PAUD, TK, dan SD di tanah OKU Selatan


 

Hai Sahabat Rumah Belajar, kali ini kita menjelajah gunung, dan menuruni perbukitan yang berkelok untuk membawa virus baik yang tersemat pada jargon banner kita, Pempek Lenggang di Rumah Belajar. Sosialisasi Portal Rumah Belajar telah sukses tersampaikan pada perwakilan seluruh jajaran guru PAUD, TK, dan SD di Kabupaten OKU Selatan. Melalui protokol kesehatan yang tetap di jaga, Dinas Pendidikan telah mengundang 25 guru berbagai jenjang pada hari Rabu, 15 Oktober 2020.

 

Sebelum melangkah jauh, pada rekam jejak kegiatan ini, Author ingin mengucapkan terima kasih pada Dinas Pendidikan Kab. OKU Selatan, khususnya bidang GTK, karena telah mendukung penuh kegiatan ini sampai hari sosialisasi terakhir. Ungkapan haru karena apresiasi luar biasa juga diucapkan untuk organisasi PGRI Kab. OKU Selatan. Dengan fasilitas yang sangat baik dan sambutan hangatnya, kami diberikan tempat yang nyaman, bersih, lengkap, dan luas di Gedung PGRI Muaradua. Terima kasih juga untuk tim solid dari Dinas Pendidikan Kab. OKU Selatan yang setia hadir mengiringi kegiatan sosialisasi ini hingga akhir pertemuan.

Baiklah, sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Daerah, pada kesempatan kali ini, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan sekaligus menjabat sebagai sekretaris PGRI Kab. OKU Selatan, Bapak Eduarken, telah menyambut dan membuka acara secara resmi serta disaksikan oleh ketua PGRI, Bapak Harsono. Memasuki acara inti dari sosialisasi ini, Author merasa terpacu semangatnya melihat antusiasme para peserta yang memiliki rasa ingin tahu tentang makna apa yang tersemat dalam tema Pempek Lenggang di Rumah Belajar


 
Para peserta yang kesehariannya bergelut dengan beragam karakter anak ini sangat luar biasa, mereka memiliki tingkat kesabaran di atas rata-rata dan keuletan dalam membangun karakter peserta didik ke arah yang lebih baik, sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Melalui tangan-tangan mereka inilah generasi bangsa yang berjiwa tangguh, santun, dan cerdas terbentuk.

Waktu yang bergulir membuat para guru hebat ini semakin lahap menikmati virus baik yang ditebar melalui sosialisasi portal Rumah Belajar. Mereka antusias secara mandiri membuka situs Rumah Belajar melalui gawainya masing-masing. Melalui arahan Author, para guru bersama-sama menjelajah semua fitur yang ada di dalamnya. Dan pastinya, para peserta telah dibekali ilmu tahapan mendaftar di Portal Rumah Belajar, khususnya Kelas Maya.

Kemudian, sebagai ciri khas sosialisasi Pempek Lenggang di Rumah Belajar, Author kembali menggelar game online melalui Quizizz dengan 10 pertanyaan terkait PembaTIK dan Portal Rumah Belajar. Dan hasilnya, sangat menakjubkan. Pemahaman tentang sosialisasi ini nampaknya telah tersemat dan siap ditularkan pada rekan-rekannya di sekolah.
 

Sebagai bentuk apresiasi, Author membagikan tiga masker gratis pada para peraih nilai tertinggi dan tercepat menjawab semua pertanyaan pada game online ini. Semoga saja souvenir sederhana ini, bisa membangkitkan motivasi Bapak/Ibu guru hebat tersebut untuk terus berbagi dan turut andil dalam perjuangan digital melalui Portal Rumah Belajar.


Sesi berakhir manis melalui foto bersama dengan membagikan stiker gratis dari Rumah Belajar. Bahkan meskipun sesi sosialisasi telah ditutup hari itu, masih banyak guru yang antusias untuk sekadar foto selfie bersama Author. Wah, begini ya rasanya diminta untuk foto bareng usai menjadi narasumber. Rasanya seperti ada manis-manisnya.

Yang paling terakhir tapi bukan penutup, apa makna berbagi bagi anda?
Yang Author ketahui, berbagi tak harus menunggu kaya, pintar, dan berkuasa. Berbagi hanya butuh dua jurus "mau dan ikhlas". Jangan tunggu nanti, lakukan sekarang. Yang terkadang remeh bagi kita, bisa jadi bermanfaat untuk yang lainnya.

Salam Berbagi.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.


Webinar Bersinar Lintas Provinsi Dihiasi Para DRB NgeTOP


 

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau

Sambung menyambung menjadi itulah Indonesia

Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu

Menjunjung tanah airku, tanah airku Indonesia


Hai Sahabat Rumah Belajar, bagaimana rasanya jika seluruh pejuang Indonesia bersatu? Pasti akan menghasilkan magnet dan kekuatan super yang luar biasa bukan? Benar sekali, kali ini webinar yang terselenggara menghadirkan wajah-wajah pejuang pendidikan dari banyak provinsi di Indonesia. Pada kesempatan ini, Author sebagai salah satu perwakilan dari provinsi Sumatera Selatan mendapat jadwal Parade Nusantara Bersinar (Berbagi Inovasi Pembelajaran) bagian 1. Acara ini sukses terselenggara pada hari Selasa, 13 Oktober 2020, dengan bintang tamu Cak Rachmad, seorang DRB master MPI dari Jawa Timur.


Delapan Srikandi yang mengawal Cak Rachmad pada webinar ini adalah:

1. Mery Fafrida (SRB Jambi), dengan mengusung tema pengenalan fitur-fitur Rumah Belajar;

2. Intan Widora (SRB Sum-Sel), dengan menjabarkan pemanfaatan interaksi nyata di Kelas Maya;

3. Deka Andriani (SRB Lampung), dengan membawa tips membuat MPI dengan Ms. Power Point;

4. Evi Apriyanti (SRB Lampung), dengan membagi wawasan tentang model pembelajaran inovatif;

5. Ni Putu Trisna (SRB Bali), dengan mengangkat tema RPP inovatif terintegrasi  Rumah Belajar;

6. Diah Savitri (SRB Papua Barat),  dengan memaparkan inovasi PBL dalam Laboratorium Maya;

7. Qibtiyah Mukti (SRB DIY) sebagai Host acara;

8. Indriati (SRB DIY) sebagai moderator acara.

 

Dengan menyebarnya Flyer Utama kami, ada banyak sekali apresiasi dan dukungan yang mengalir. Bahkan DRB-DRB ngeTOP lainnya sampai hadir dan memberi motivasi untuk mengadakan kolaborasi lintas provinsi seperti ini. Sebagai bintang tamu spesial, Cak Rachmad berhasil mencairkan suasana dengan guyonan khasnya. Beliau berkesempatan memberikan tips menjadi SRB dan DRB tangguh serta melek perkembangan TIK di masa kini dan masa mendatang.


 

Suara renyahnya turut menularkan semangat membara pada para narasumber Webinar Bersinar bagian 1 ini. Meskipun halang rintang berupa sinyal yang tak stabil menghiasi webinar, tapi itu semua tak menyurutkan semangat dan rasa ingin berbagi kami, khususnya Author. Bukan hanya belasan kali, bahkan sudah puluhan kali Author terlempar dari Zoom Meeting tempat digelarnya webinar lintas provinsi ini. Beruntungnya, meskipun tak mampu maksimal menyampaikan materi karena waktu yang menipis akibat banyaknya antusiasme penanya dan diskusi berbobot lainnya, tapi Author cukup senang sudah bisa menyumbangkan sedikit kontribusi dalam webinar ini.

 

Webinar kali ini bahkan menarik minat Pak Amiruddin dari Pusdatin untuk turut hadir memberi motivasi pada para peserta. Semakin malam, semakin asik, peserta semakin banyak merapat ke dalam group webinar. Terhitung ada 32 peserta berlabuh di webinar Bersinar bagian 1.


Terima kasih tim, terima kasih atas kesempatan bersamanya. Sampai jumpa di lain kesempatan para SRB dan DRB hebat.


Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.


Jumat, 16 Oktober 2020

Webinar Sriwijaya, Masih Setia Dengan Best Practice Pempek Lenggangnya


 

Bagaimana jadinya jika para guru Bahasa Inggris bergabung dalam sebuah webinar dengan mengusung tema Pempek Lenggang di Rumah Belajar? Semoga para pembaca yang manis bak gula jawa nan legit tak bosan mendengar dan membaca si Pempek Lenggang.

Webinar pertama ini tentu saja menjadi pengalaman berkesan bagi Author yang selama ini belum pernah menjadi narasumber atau pemateri pada sebuah webinar. Webinar Sriwijaya ini sukses terselenggara pada Selasa tanggal 13 Oktober 2020. Pada kesempatan kali ini, Author ingin mengucapkan terima kasih pada Ibu Betty Marlina, S.Pd., Gr. selaku DRB Sumsel 2019, sekaligus tutor dalam kelompok kami. Beliau bersedia meluangkan waktu sibuknya untuk berbagi ilmu tentang Pembelajaran Digital di Rumah Belajar.

Kolaborasi kali ini, menghadirkan para narasumber dari lintas kabupaten di Sumatera Selatan. Pemateri kedua datang dari seorang guru hebat di Kabupaten Muara Enim, bernama Bapak Karwandi, S,Pd., Gr. Beliau membawakan materi tentang PembaTIK dan Fitur Rumah Belajar.

Sedangkan Author, menjadi narasumber ketiga mewakili Kabupaten OKU Selatan, dengan tugas tambahan membuat flyer webinar. Ini adalah pengalaman pertama, dan tentu sangat bersyukur telah nekat dan memberanikan diri untuk menerima tantangan mendesain flyer. Karena setelah webinar ini, Author jadi lebih paham tentang poin-poin penting yang tidak boleh kosong dari sebuah flyer. Pada kesempatan ini, Author berbagi wawasan tentang pemanfaatan Kelas Maya juga asyiknya bermain di dalam fitur pendukung Edugame.

Dan sebagai penutup yang luar biasa, host sekaligus narasumber kita Bapak Ahmad Zulbani, S.Pd., turut meramaikan dengan materi pemanfaatan Sumber Belajar. 

Melalui sang host acara, webinar kali ini mendapati simpatik yang luar biasa dari ketiga kabupaten, terbukti dari hadirnya para pejabat Dinas Pendidikan Muratara. Pada kesempatan ini, mereka dengan luar biasa memberikan motivasi dan wejangan untuk terus berbagi dan manjadi guru penggerak perubahan serta terus berinovasi dalam dunia pendidikan Indonesia.

 

Peserta yang datang meramaikan pun turut memotivasi tim webinar untuk memberikan materi yang berkualitas, ada 80 peserta hadir menghiasi Webinar Sriwijaya kali ini. Terima kasih untuk semua yang telah turut andil menyukseskan acara berbagi kita.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Mati Lampu Tak Menghentikan Pempek Lenggang untuk Melenggangkan Rumah Belajar

 


"Aduh, Bu. Mati lampu." Ujar seorang guru senior.

"Waduh, alamat dak nongol sinyal, nih." Sahut seorang guru lainnya.

"Dak apa-apa, ayo kita cari solusi bersama." Seorang guru lainnya bergerak mencari genset untuk mengatasi kerikil kecil yang menghadang.

 

 ****

Ya, begitu hebatnya sekolah ini, kesulitan listrik dan sinyal yang tak ramah tak menyurutkan antusiasme mereka. Setelah membersamai guru di SMP N 01 Kisam Tinggi, Author langsung meluncur ke SMP N 02 Kisam Tinggi pada hari yang sama, Senin, 12 Oktober 2020.

SMP N 02 Kisam Tinggi ini berlokasi di Desa Tebat Gabus. Terima kasih untuk Ibu Jauwiyah, S.Pd. selaku Kepala Sekolah, karena telah menyambut hangat dan mengapresiasi dengan luar biasa kegiatan ini. Kegiatan yang terselenggara ini, menjadi lebih terkenang karena momen mati listrik menghiasi jalannya presentasi. Para guru sigap membantu mencari solusi, dari memasang UPS hingga akhirnya mengeluarkan jurus akhir, yakni penyambungan daya listrik menggunakan genset.

Taarraa, listrik kembali terhubung, tapi sayangnya tampilan laptop tidak mau muncul dengan proyektor LCD. Segala cara dicoba, mulai dari me-restart, ganti kabel, mematikan proyektor LCD, bahkan memindahkan data ke laptop lain, hasilnya tetap tak bisa tampil. Panik? Oh tidak boleh dong, tetap santai dengan senyum yang tergaris berharap segera ada solusi. Dan, akhirya solusi terpecahkan dengan menggunakan laptop salah satu guru yang belum terlalu banyak memorinya.


Ternyata Author mempunyai bakat terpendam, jurus seribu tangan. Kanan mengoperasikan laptop inti, kiri mengoperasikan laptop bantuan secara bersamaan. Dan hebatnya, walaupun waktu telah siang, guru-guru masih sangat bersemangat untuk menerima 'PEMPEK LENGGANG' yang disajikkan. Pada kesempatan ini, ada sebanyak 16 guru yang hadir mewarnai jalannya sosialisasi.

Waktu bergulir, di akhir sesi, Author tak bisa memainkan game online karena keterbatasan jaringan. Author harus memutar cara agar lebih bisa menancapkan wawasan Portal Rumah Belajar lebih dalam. Okay, akhirnya game seven six, dan seri jawab cepat tepat dimainkan. Wow, pejuang pendidikan ini hebat dan luar biasa semua, memiliki daya kompetisi dalam pengetahuan yang jelas mumpuni.

Sebagai apresiasi dari Author, stiker Rumah Belajar kembali di bagikan beserta 3 masker gratis untuk guru-guru yang beruntung memenangkan permainan ini.


Akhirnya, acara sosialisasi di lokasi kedua berkahir dengan indah dan senyum semringah. Para guru terus bergurau tentang makna sungguhan dan makna tersirat dari Pempek Lenggang di Rumah Belajar. Lalu, foto bersama menutup acara dengan jargon tema sosialisasi kita.


Belajar dimana saja kapan saja, dengan siapa saja, hanya di Rumah Belajar.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.


PERDANA MENEBARKAN PEMPEK LENGGANG di RUMAH BELAJAR

 

 
 
Pagiku cerahku
Matahari bersinar
Kugendong tas merahku di pundak
Selamat pagi semua
Kunantikan dirimu 
Di depan kelasmu
Menantikan kami
Guruku tersayang
Guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
. . . 
 
Apakah ada yang membaca bait diatas dengan alunan musiknya? Ya, lirik lagu "Guruku Tersayang" masih sering diputar saat pagi hari membuka gerbang sekolah di SMP N 01 Kisam Tinggi. Dengan tujuan membangkitkan semangat pagi dan menanamkan rasa santun dan sayang terhadap guru.
 
Namun, kini ada sedikit yang berbeda, hanya kami para guru yang masih kerap menikmati alunan itu tanpa dihiasi wajah-wajah lugu nan manis di sekolah. Peserta didik harus menjalani PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Sebagai solusi dari pemerintah untuk memfasilitasi para insan cendikia dalam PJJ ini adalah hadirnya sebuah situs resmi yang terkenal dengan julukan Portal Rumah Belajar. Portal ini giat digemakan oleh para pejuang pendidikan di seluruh negeri. Mereka adalah para DRB (Duta Rumah Belajar) dan SRB (Sahabat Rumah Belajar) yang mengemban cita untuk terus berbagi dan menularkan virus baik di Rumah Belajar.
 
Author adalah salah satu SRB dari Sumatera Selatan tahun 2020, kegiatan ini menjadi kesempatan dan ajang keren untuk berbagi dan mensosialisasikan Portal Rumah Belajar. Bahkan sosialisasi ini telah merambah sekolah yang berlokasi diantara rindangnya perbukitan, sebuah daerah pelosok namun tak terpencil.
 
Kita patut berbangga, karena para guru yang notabene nya jauh dari akses kota dan listrik yang tak stabil, sangat antusias ketika mendengar kabar akan diselenggarakannya sosialisasi ini di sekolah mereka. Ya, sosialisasi Portal Rumah Belajar secara tatap muka pertama kali hadir SMP N 01 Kisam Tinggi. Sosialisasi ini terselenggara berkat dukungan dari Ibu Virdalia, S.Pd., selaku Kepala Sekolah, beserta staf jajaran pentingnya di sekolah ini. Mereka dengan sigap merancang segala persiapan yang dibutuhkan dalam sosialisasi ini. Mulai dari sound system, LCD, ruang laboratorium yang besar dan nyaman, hingga fasilitas untuk memenuhi protokol kesehatan.
 

Presentasi mengalir dengan begitu bersemangat, para peserta antusias bertanya dan mengeksplor Portal
Rumah Belajar melalui gawainya masing-masing. Melalui PEMPEK LENGGANG, Author berhasil menarik perhatian peserta untuk ingin tahu lebih banyak tentang fitur-fitur yang ada di dalamnya. Jargon ini dibuat oleh Author sebagai inspirasi ciri khas tanah Sumatera Selatan. Apa itu kepanjangan PEMPEK LENGGANG di Rumah Belajar?
 
Ya, benar sekali, dia adalah PEMbelajaran Paling efEKtif, LENGkap, dan GampANG di Rumah Belajar. Author membagi materi menjadi 2 bagian, yakni PEMPEK yang diwakili oleh fitur utama, dan LENGGANG yang digambarkan oleh 6 fitur pendukungnya. Tema ini sangat menggiurkan bukan karena sebutannya saja yang langsung teringat dengan nikmatnya rasa pempek lenggang, tapi lebih karena manfaat yang didapat setelah bergabung dan memanfaatkan portal Rumah Belajar.

Pada kesempatan ini, Author berhasil kupas tuntas isi tema dengan inovasi pembelajaran best practice menggunakan interakasi nyata di kelas maya. Para peserta mendapat bekal wawasan tentang semua fitur di Rumah Belajar dan berhasil membuat akun guru di Kelas Maya. Para peserta sangat tertarik dalam menggunakan semua fitur di Rumah Belajar untuk melaksanakan pembelajaran daring.
 

Kegiatan sosialisasi ini telah dihadiri dan diramaikan oleh 26 guru yang berdedikasi dan luar biasa.

 

 
Setelah serangkaian sesi selesai, diakhir acara, Author mengadakan sebuah game online lewat aplikasi Quizizz. Dalam permainan ini, ada 10 pertanyaan yang berisi seputar PembaTIK dan Portal Rumah Belajar. Persaingan sangat ketat, karena semua peserta banyak menjawab benar. Namun pada sesi ini, hanya diambil tiga peringkat teratas yang berhak mendapatkan sebuah souvenir stiker Rumah Belajar dan masker gratis untuk para pemenang.



Hingga akhirnya, kegiatan sosialisasi ditutup dengan foto bersama dan memompa semangat dalam menyebutkan jargon Pempek Lenggang di Rumah Belajar serta kata sakti RB 'Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja, hanya di Rumah Belajar'.

Nah, para pembaca yang budiman, sosialisasi tatap muka berlanjut di lokasi yang berbeda dengan tantangan dan kisahnya tersendiri. Ikuti terus Fun Dora Blog untuk mendapatkan informasi terkini dalam rangkaian berbagi dengan sesama pejuang pendidikan.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Sabtu, 10 Oktober 2020

SIAPKAN AMUNISI DENGAN KOORDINASI BERBAGAI JAJARAN PENTING


Apa kabar Sahabat Rumah Belajar?

Kali ini Author kembali dengan rekam jejak bersama pemimpin-pemimpin tangguh dan luar biasa. Siapa saja mereka dan apa yang dibincangkan? Yuk, kita kulik satu per satu.

Sebelum kita mengulas lebih jauh, Author pribadi ingin mengucapkan terima kasih banyak. Seratus atau seribu ucapan itu rasanya tak mampu membalas kerelaan beliau mendampingi Author dalam banyak kegiatan, salah satunya adalah kegiatan ini. Beliau adalah seorang penulis terkenal, sudah banyak karya yang telah ia terbitkan. Kegiatan sosial pun tak luput dari campur tangannya, seorang guru hebat. Di tengah waktu sibuknya, ia masih sempat menemani saya dengan motor maticnya mengelilingi kota Muaradua hanya untuk mendukung dan mengawal kegiatan sosialisasi Portal Rumah Belajar. Ya, beliau adalah sang novelis, Ana Yuliana. Author sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk membersamainya.

Dengan ditemani Ibu Ana, kami berdua mulai menggelindingkan roda motor menuju tempat pertama. Kunjungan perdana ini menjadi bekal motivasi yang kuat. Pertemuan dengan pihak MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Inggris OKU Selatan. Respon yang antusias dan dukungan penuh demi terselenggaranya sosialisasi ini ditunjukan oleh Bapak Puput Adi Wijaya, S.Pd., sebagai ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten OKU Selatan. Dalam bincang kali ini, beliau menyampaikan apresiasi penuh dan siap memberikan bantuan untuk mengadakan sosialisasi Rumah Belajar pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2020. Restu sudah dikantongi, kami pun beranjak menuju naungan tercinta Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan.


 

Ini adalah pertemuan yang sangat berkesan. Sangking berkesannya sampai kami tidak bisa membedakan mana tempat parkir roda dua dan roda empat. Alhasil motor kesayangan digiring paksa tanpa disadari untuk pindah dari jejeran mobil yang berbaris. Kadang momen seperti ini, menjadi bumbu renyah untuk tertawa di tengah semangat yang mengudara.

Dengan langkah percaya diri, kami melenggang menuju ruang GTK Dinas Pendidikan OKU Selatan, dan ternyata kedatangan kami sudah dinanti. Tak tanggung-tanggung, orang-orang hebat sekelas Ketua PGRI dan Kabid GTK yang merangkap Sekretaris PGRI telah menanti. Bapak H. Harsono, S.Pd.I dan Bapak Eduarken, S.Pd., M.Si., telah mengawali obrolan asik mereka sambil menonton Channel Youtube milik Author.


 

Setelah menampilkan slide action plan untuk sosialisasi dan penjelasan singkat tentang pembaTIK, doa dan apresiasi penuh mengalir deras dari mereka. Bahkan, dinas siap memback up kegiatan sosialisasi tatap muka yang akan di selenggarakan pada tanggal 14, 15, dan 17 Oktober 2020. Di akhir sesi sebelum foto bersama, ada memori haru yang tersemat di antara kami, Author bahkan sampai tak dapat menahan titik bening di sudut mata.

Melalui Bapak Eduarken, kami diberi waktu untuk mengunjungi kantor Harian OKU Selatan (HOS) sebelum bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan. Kebetulan saat jam itu, beliau ada rapat dengan para pejabat pemerintah daerah.


 

Saat sampai di kantor surat kabar lokal ini, Author kembali mendapat apresiasi hebat dan dukungan penuh untuk turut membumikan Portal Rumah Belajar di bumi Serasan Seandanan. HOS secara terbuka siap mempublikasikan serangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Sebagai bentuk motivasinya, HOS telah meluncurkan dua artikel tentang Author dan kegiatan pembaTIK ini. Hal tersebut menjadi pemantik semangat Author untuk terus mengenalkan portal Rumah Belajar, kenapa tidak, sebab melalui koran, Portal Rumah Belajar pasti akan dikenal tidak hanya oleh guru dan siswa, tapi juga oleh khalayak umum.



 

Dan sebagai pertemuan penutup yang mustajab, kami akhirnya bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Bapak Zulfakar Dhani, S.Sos.. Di sela waktu sibuknya, beliau menyempatkan menerima kami di ruangannya dan dengan antusias mendengarkan kisah yang kami bawa tentang perjuangan pembaTIK di level 4 ini. Respon yang beliau berikan tak kalah luar biasa, ada doa yang tersemat dari beliau untuk sukses terselenggaranya kegiatan kami ini. Sesi berakhir manis dengan foto bersama dengan simbol Rumah Belajar, OKU Selatan, dan Literasi melalui gerakan tangan kami.


 

Okay, turun gunung kali ini mendatangkan banyak sekali doa. Meskipun pergi dan pulang tanpa kawalan mentari (berangkat subuh dan sampai rumah sudah mendekati waktu Isya), Author tetap memacu semangat dan asa untuk turut andil dalam sejarah negeri di pelosok Sumatera ini, agar ikut menggema dalam balutan era digitalisasi sekarang.

Salam semangat, salam berbagi.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Jumat, 09 Oktober 2020

RAPATKAN BARISAN DI COACHING HARI KEDUA DAN KETIGA PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2020



Kembali lagi dengan kisah para PembaTIK dari bumi Sriwijaya.

Coaching hari kedua peserta langsung diarahkan ke dalam breakout room bersama tutor dan DRB masing-masing. Pada kesempatan ini, kami yang berada di kelompok kedua dibimbing oleh Ibu Betty Marlina sebagai DRB 2019, dan Bapak M. Amiruddin Jauhari dari pihak Pusdatin.

Para tutor memaparkan tentang aspek-aspek yang akan menjadi penilaian oleh tim panitia terkait tugas level 4. Ada sekitar 3 aspek yang akan menjadi pertimbangan tim penilai. Diantaranya aspek kualitas teknis, aspek presenter, dan aspek informasi. Ketiganya memiliki bobot nilai yang sesuai dengan kriteria tugas para Sahabat Rumah Belajar (SRB).

Setelah penjelasan tentang apa saja yang harus dicapai oleh SRB untuk menyelesaikan tugas, para tutor dan SRB berbincang ringan dan saling bertukar informasi serta tips untuk menghadapi berbagai kendala yang kerap muncul saat proses pengerjaan tugas.

Setelah obrolan berbobot itu usai, kami para SRB bersiap diri mempersiapkan presentasi yang menarik, singkat, dan jelas tentang action plan untuk sosialisasi portal Rumah Belajar.

Esok harinya, tepat saat coaching ketiga, kami disatukan lagi dalam satu room bersama dua kelompok lainnya, dan seluruh tutor serta DRB Sumatera Selatan.

Banyak sekali drama dan kisah inspiratif yang menghiasi coaching terakhir ini. Semua peserta telah siap dengan materi presentasi masing-masing. Peserta diberi kesempatan hanya 5 menit untuk menjabarkan action plannya. 

Presentasi diawali oleh seorang SRB berpengalaman dalam dunia blogging, kemampuannya dalam mengolah blog sudah tak diragukan lagi. Presentasinya menjadi inspirasi bagi peserta lainnya untuk mengola blognya lebih baik lagi.

Inspirasi lainnya dihadirkan oleh seorang guru yang rela mengarungi samudera, eh maksudnya sungai. Beliau berjuang dengan sepeda motornya menumpang sebuah kapal untuk mencari sinyal yang stabil, tujuannya agar tak menjeda presentasi di coaching kali ini. Salah satu potret pejuang pendidikan dengan senjata pena runcing, bukan bambu runcing.

Selanjutnya, jika anda belum pernah presentasi pada posisi ketinggian, mungkin guru yang satu ini juga bisa diuji ilmu meringankan tubuhnya. Ya, guru itu tak lain tak bukan adalah Author sendiri. Kami harus sampai naik ke sebuah tangga rumah milik tetangga. Dengan posisi memangku laptop dan 'nangkring' di tangga, kami meminta izin pada salah satu DRB untuk memperbolehkan diri maju presentasi mendahului antrian peserta. Sebab musababnya karena sinyal yang takut raib tiba-tiba, dan kaki yang sedikit gemetar menahan laptop di tangan. Momen yang akan menjadi memori klasik dan unik.

Lalu, ada pula kisah inspiratif yang datang dari seorang guru hebat lainnya, beliau sedang berada di ruangan peer teaching, kebetulan beliau sedang menjalani program Pendidikan Profesi Guru (PPG), bebarengan dengan pembaTIK ini. Terbayang kan bagaimana harus menghandle konsentrasi di dua kegiatan yang bersamaan. Bisa jadi beliau memiliki jurus seribu bayangan, bisa muncul di dua ruang sekaligus. Salut sekali.

Dan yang tak kalah nyeleneh, seorang guru enerjik nan cerdas yang juga sedang mengikuti dua kegiatan penting, program dari Kemdikbud semua. Keren ya. Beliau berkesempatan mengabadikan background sebuah bandara dalam coaching kali ini. Dan, mungkin beliau juga memiliki jurus dua ribu bayangan, bisa menembus ruang dan waktu secara bersamaan.

Bumbu-bumbu mengharukan juga tak kalah memotivasi ketika sinyal dan jadwal pemadaman listrik membayangi wajah-wajah SRB hebat ini. Namun semangat yang luar biasa tetap terasa hadir dalam coaching ini. Para tutor dan panitia yang hadir turut memberi masukan membangun terkait action plan yang dipaparkan. Canda ringan untuk memecahkan rasa tegang dan mencairkan suasana pun tercipta di antara kami.

Sedangkan peserta yang mendapatkan sinyal dan posisi baik untuk presentasi pun turut menyemangati kami yang berjuang dengan ragam halang rintang ini. Bahkan ada yang juga menampilkan foto epik di akhir presentasinya dengan gambar pempek asli makanan khas 'wong kito galo'.

Gayung bersambut, obrolan ringan riuh terjalin diantara SRB, DRB, tutor, dan panitia dari Pusdatin. Pempek oh pempek, cukamu sungguh legit dan cetar.

Perjuangan masih panjang, karena siapa pun DRB nya, yang utama adalah tetap berbagi, mensosialisasikan Portal Rumah Belajar di bumi pertiwi.

 

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

 

Salam berbagi dari Author.



Selasa, 06 Oktober 2020

Pandangan Pertama dalam Bingkai SRB SUMSEL 2020


Hai Sahabat Rumah Belajar, sudahkah berbagi hari ini?

"Sungguh berbagi bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang kita beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kita relakan." 

Kali ini Author akan menampilkan wajah-wajah hebat dari belahan bumi Sumatera Selatan dalam bingkai PembaTIK SRB 2020. Jarak dan kesempatan yang memisahkan kami tak menyurutkan semangat kami untuk saling menularkan rasa berbagi dalam rangka memerdekakan pendidikan di Indonesia. Berada di antara orang-orang hebat menjadi salah satu motivasi Author untuk menjadi bagian dalam memori perjuangan pendidikan di negeri kita ini.

Banyak orang pintar, banyak orang hebat, dan banyak orang kaya. Tapi, adakah banyak yang mau seperti para pejuang pendidikan yang terbalut dalam sampul DRB dan SRB PembaTIK ini? Mereka, rela meluangkan waktu istirahatnya hanya untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunia TIK, agar bisa dibagikan ke khalayak dan memanfaatan karya yang dibuat.

Rasa dan jiwa berbagi merekalah yang mengalahkan rasa bosan dan penat. Ada sesuatu yang terasa indah di sudut kalbu saat karya kita bisa dinikmati banyak orang. Sebagai amal jariyah katanya.

Sebagai wujud bimbingan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, pada tanggal 5 Oktober 2020, telah diselenggarakan coaching pertama gelombang 4 untuk Provinsi Sumatera Selatan beserta 5 provinsi lainnya, yakni Jawa Tengah, Kalimantan Utara, NTT, Riau, dan Sulawesi Utara. 

Seluruh peserta dari 6 provinsi di awal pembukaan ViCon (Video Conference) masih berada dalam satu ruang zoom yang sama. Setelah mendengarkan pemaparan materi dari lembaga BPMTPK, seluruh provinsi masuk ke  breakout room masing-masing. 

Pada saat merapat ke wilayah SumSel, peserta mendapatkan materi dan motivasi yang menarik dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Bpk. H. Masherdata Musa'i. Beliau juga menjelaskan bahwa UNESCO pun turut berharap program TIK bisa dikuasai oleh guru.

Kemudian, sambutan dan pemaparan tentang peta mutu pendidikan SumSel juga turut dicerahkan oleh Bpk. Suyato sebagai kepala LPMP Sumatera Selatan. Beliau menyampaikan bahwa sistem PMP mengendalikan penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan, sehingga mampu terwujud pendidikan yang bermutu. Selain itu, tujuan standar satuan pendidikan yang sistematis dan holistik juga harus tercapai sesuai dengan Permendikbud No. 28 tahun 2016.

Esensi dari ketercapaian mutu adalah adanya makna dan sesuai dengan kebutuhan, melalui tercapainya minimal kualitas layanan SNP.

Setelah mendengarkan para narasumber yang luar biasa, para peserta kemudian diarahkan untuk mendalami materi tentang kiat melaksanakan sosialisasi Portal Rumah Belajar dan membumikannya hingga pelosok negeri. Materi ini disampaikan oleh Bpk. Ardius sebagai DRB Sum-Sel 2018. Beliau mengatakan pilihan tatap maya atau tatap muka memiliki tantangannya tersendiri dan menghadirkan keseruannya masing-masing. Kegiatan yang bisa mendukung sosialisasi adalah dengan menebar flyer di MedSos, gunakan banner, membuat resume, dan sertakan Screenshoot.

Di kesempatan sesi berbagi kedua, peserta berkesempatan mendengarkan materi keren dari DRB Sum-Sel 2019, Ibu Betty Marlina. Beliau memberikan tips dan sistematik dalam membuat sebuah vlog yang menarik. Beliau juga memberikan penjelasan tentang bagaimana mengkaitkan vlog dengan materi atau memanfaatkan Portal Rumah Belajar.

Di sesi terakhir, giliran Bpk. Taufik Purwana sebagai DRB Sum-Sel 2017 yang memberikan penjelasan tentang bagaimana menciptakan blog dengan konten-konten yang menarik. Menurut beliau, postingan yang kita unggah ke blog harus memberikan wawasan yang komprehensif. Gaya penulis pasti berbeda-beda, namun kaidah dan peraturan menulis harus tetap dipakai, seperti membuat sumber referensi, memberikan label tag, dan meminimalisir typo.

 Di akhir coaching kali ini, para tutor dan narasumber kembali menyemangati para peserta untuk tetap konsisten dan kontinyu untuk senantiasa berbagi.

Salam berbagi dari SRB Sumsel 2020.

Teruslah tebar aura positif dan tularkan ilmu berbagi dengan sesama.

Merdeka Belajaranya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indoonesia.


Salam hangat yang termanis,

Intan Widora, S.Pd., Gr