"Aduh, Bu. Mati lampu." Ujar seorang guru senior.
"Waduh, alamat dak nongol sinyal, nih." Sahut seorang guru lainnya.
"Dak apa-apa, ayo kita cari solusi bersama." Seorang guru lainnya bergerak mencari genset untuk mengatasi kerikil kecil yang menghadang.
****
Ya, begitu hebatnya sekolah ini, kesulitan listrik dan sinyal yang tak ramah tak menyurutkan antusiasme mereka. Setelah membersamai guru di SMP N 01 Kisam Tinggi, Author langsung meluncur ke SMP N 02 Kisam Tinggi pada hari yang sama, Senin, 12 Oktober 2020.
SMP N 02 Kisam Tinggi ini berlokasi di Desa Tebat Gabus. Terima kasih untuk Ibu Jauwiyah, S.Pd. selaku Kepala Sekolah, karena telah menyambut hangat dan mengapresiasi dengan luar biasa kegiatan ini. Kegiatan yang terselenggara ini, menjadi lebih terkenang karena momen mati listrik menghiasi jalannya presentasi. Para guru sigap membantu mencari solusi, dari memasang UPS hingga akhirnya mengeluarkan jurus akhir, yakni penyambungan daya listrik menggunakan genset.
Taarraa, listrik kembali terhubung, tapi sayangnya tampilan laptop tidak mau muncul dengan proyektor LCD. Segala cara dicoba, mulai dari me-restart, ganti kabel, mematikan proyektor LCD, bahkan memindahkan data ke laptop lain, hasilnya tetap tak bisa tampil. Panik? Oh tidak boleh dong, tetap santai dengan senyum yang tergaris berharap segera ada solusi. Dan, akhirya solusi terpecahkan dengan menggunakan laptop salah satu guru yang belum terlalu banyak memorinya.
Ternyata Author mempunyai bakat terpendam, jurus seribu tangan. Kanan mengoperasikan laptop inti, kiri mengoperasikan laptop bantuan secara bersamaan. Dan hebatnya, walaupun waktu telah siang, guru-guru masih sangat bersemangat untuk menerima 'PEMPEK LENGGANG' yang disajikkan. Pada kesempatan ini, ada sebanyak 16 guru yang hadir mewarnai jalannya sosialisasi.
Waktu bergulir, di akhir sesi, Author tak bisa memainkan game online karena keterbatasan jaringan. Author harus memutar cara agar lebih bisa menancapkan wawasan Portal Rumah Belajar lebih dalam. Okay, akhirnya game seven six, dan seri jawab cepat tepat dimainkan. Wow, pejuang pendidikan ini hebat dan luar biasa semua, memiliki daya kompetisi dalam pengetahuan yang jelas mumpuni.
Sebagai apresiasi dari Author, stiker Rumah Belajar kembali di bagikan beserta 3 masker gratis untuk guru-guru yang beruntung memenangkan permainan ini.
Akhirnya, acara sosialisasi di lokasi kedua berkahir dengan indah dan senyum semringah. Para guru terus bergurau tentang makna sungguhan dan makna tersirat dari Pempek Lenggang di Rumah Belajar. Lalu, foto bersama menutup acara dengan jargon tema sosialisasi kita.
Belajar dimana saja kapan saja, dengan siapa saja, hanya di Rumah Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.











Mantap ibu Intan Widora,S.Pd.Gr.Terima kasih banyak untuk pengetahuan yang diberukan tentang PORTAL RUMAH BELAJAR dan PEMPEK LENGGANG nya.Sukses terus 👍👍💪💪
BalasHapusJauwiyah,S.Pd
BalasHapusSelaku Kepala SMP N 02 Kisam Tinggi kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Intan Widora,S.Pd.Gr yang telah memberikan pengetahuan kepada kami tentang Portal Rumah Belajar dan Pempek Lenggangnya.Maju terus Portal Rumah Belajar dan bravo untuk Ibu Intan Widora👍👍
Terimakasih buat ibuk intan widora yang telah memberikan pengetahuan tentang portal rumah belajar kepada seluruh guru smpn 02.kami mengucapkqn banyak terimakasih.semoga selalu sukses dalam menjalankan tugas untuk memajukan portal rumah belajar🤲🤲🤲🤲💪💪💪
BalasHapusLanjut maju terus bu intan
BalasHapusTrimksh ibu Intan Widora, atas pengetahuannya tentang Rumah Belajar. Semoga Barokah... Semoga sukses...
BalasHapusPempek Lenggang di Rumah Belajar.
Eka Herdanisa, S.Pd.I
BalasHapusTerimakasih ibu Intan Widora atas pengetahuan yg di sampaikan tentang Rumah Belajar. Pejuang dunia pendidikan, kami turut bangga. Semoga semakin sukses dan tetap semangat... Pempek Lenggang di Rumah Belajar....
Lanjutkan Bu guru, tetep semangat dan sukses selalu
BalasHapus